Distriknews.co, Kutai Kartanegara – PT Pegadaian terus memperluas sinergi dengan pemerintah daerah untuk memberikan manfaat ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat. Kali ini, melalui kegiatan sosialisasi yang digelar di Ruang Serbaguna Kantor Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Selasa (11/11/2025), Kepala Divisi Penjualan Pegadaian Samarinda, Didi Haryoko, menyampaikan hasil dan manfaat dari nota kesepahaman (MoU) antara Pegadaian dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara.
Didi menjelaskan bahwa MoU tersebut menjadi dasar hukum kerja sama strategis antara kedua pihak. Salah satu manfaat utama dari kerja sama ini adalah kemudahan bagi pegawai di lingkungan Pemkab Kukar untuk mendapatkan fasilitas pembiayaan kendaraan bermotor.
“Dengan adanya kerja sama ini, pegawai Pemkab Kukar yang ingin kredit motor atau mobil bisa datang ke Pegadaian. Kami berikan tarif khusus yang jauh lebih murah dibanding lembaga pembiayaan lain,” ujarnya.
Menurut Didi, skema pembiayaan yang ditawarkan Pegadaian dapat menghemat hingga Rp500 ribu per bulan per angsuran, jika dibandingkan dengan pembiayaan di lembaga keuangan konvensional lainnya. Program serupa sebelumnya juga telah sukses dijalankan di Samarinda, khususnya bagi para pegawai di lingkungan Samsat.
“Mereka bilang, murahnya kebangetan. Jadi memang kami ingin memberikan manfaat nyata bagi ASN di daerah,” tuturnya.
Selain pembiayaan kendaraan, kerja sama ini juga mencakup produk investasi emas. Pegadaian memberikan penawaran khusus bagi pegawai Pemkab Kukar yang ingin menabung atau berinvestasi emas secara bertahap.
“Pegadaian bukan hanya tempat gadai, tapi juga sarana investasi. Untuk pegawai Pemkab Kukar, kami berikan tarif spesial berkat kerja sama ini,” jelas Didi.
Lebih jauh, Didi menegaskan bahwa manfaat MoU tidak hanya ditujukan untuk pegawai pemerintah, tetapi juga masyarakat luas, termasuk desa wisata binaan di wilayah Kutai Kartanegara. Dalam MoU tersebut, Pegadaian berkomitmen untuk memberikan dukungan terhadap pengembangan dua desa wisata yang telah disepakati bersama Pemkab Kukar.
“Beberapa waktu lalu, kami sudah berkoordinasi dengan Sekda Kukar. Ada dua desa wisata yang akan kami bantu branding dan pembenahan infrastrukturnya. Satu di daerah L2 yang memiliki wisata kebun, dan satu lagi di Muara Badak yang terkenal dengan wisata pantainya,” ungkapnya.
Bentuk dukungan Pegadaian bagi desa wisata tersebut antara lain pembangunan infrastruktur pendukung seperti gapura selamat datang, fasilitas toilet, dan sarana umum lainnya, yang nantinya akan disesuaikan dengan hasil survei lapangan bersama tim dari Pemkab Kukar.
“Kami akan melihat langsung kebutuhan di lapangan. Kalau butuh gapura, kita bantu bangun. Kalau kekurangannya toilet, bisa saja itu yang kita bantu,” terang Didi.
Kerja sama antara Pegadaian dan Pemkab Kukar ini diharapkan dapat mendorong kesejahteraan pegawai serta memperkuat sektor pariwisata berbasis desa di Kutai Kartanegara.
“Intinya, MoU ini bukan sekadar dokumen kerja sama, tapi payung hukum yang memberikan efek manfaat luas, baik untuk pegawai, masyarakat, maupun pengembangan ekonomi daerah,” pungkas Didi Haryoko. (Zy)


