Distriknews.co, Kutai Kartanegara – Kebakaran terjadi di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan Taman Pintar Tenggarong, pada Selasa (25/11/2025). Dua bangunan dilaporkan terdampak, yakni Rumah Makan Raffi Seafood dan gedung yang berada di sebelahnya. Bagian yang terbakar merupakan area belakang bangunan, yang disebut sebagai kamar karyawan.
Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kutai Kartanegara, Afe Fida Hurasani, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 11.20 WITA.
“Begitu laporan masuk, langsung kami tindak lanjuti. Dari Mako Damkarmatan Kukar, kami tiba di lokasi kurang lebih sekitar tiga menit,” ujarnya.
Dalam upaya pemadaman tersebut, Damkar Kukar mengerahkan 9 armada dan lebih dari 50 personel. Afe menjelaskan bahwa semua unit bergerak cepat sesuai standar penanganan keadaan darurat kebakaran.
“Total ada sembilan armada yang kami turunkan ke lokasi, dengan kekuatan personel lebih dari 50 orang,” jelasnya.
Meski api cukup besar pada awal kejadian, proses penanganan berjalan cepat. Afe menuturkan bahwa api berhasil dikendalikan dalam waktu singkat.
“Kurang lebih lima menit setelah penanganan dimulai, api sudah dapat dikendalikan,” katanya. Pemadaman total dinyatakan selesai pada pukul 12.00 WITA.
Diperkirakan, kebakaran bermula dari kamar karyawan yang berada di bagian belakang bangunan. Penyebab sementara diduga akibat korsleting listrik.
“Titik awal api dari belakang, tepatnya kamar karyawan. Untuk penyebabnya sementara diduga karena konsleting,” ungkap Afe.
Kerusakan bangunan akibat kebakaran diperkirakan mencapai 50 persen. Menurut Afe, kerusakan paling parah terjadi pada bagian belakang bangunan yang pertama kali dilalap api. Sementara bagian depan yang berfungsi sebagai dapur disebut tidak terdampak. Hal ini diperoleh berdasarkan keterangan karyawan yang disampaikan kepada petugas.
“Menurut pengakuan karyawan, dapur rumah makan berada di bagian depan. Tapi hawa panas pertama terasa dari arah belakang kamar karyawan,” kata Afe menjelaskan fakta temuan di lapangan.
Dalam proses pemadaman, petugas sempat menghadapi kendala karena struktur bangunan yang berskat. Kondisi ini menghambat proses penyiraman di beberapa titik.
“Bangunan yang berskat-skat menjadi kendala, karena api berpindah dari satu ruang ke ruang lainnya,” tutupnya. (Zy)


