Distriknews.co, Kutai Kartanegara – Kontingen Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kabupaten Paser menunjukkan keseriusan mereka dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur 2026. Meski sudah dipastikan lolos karena berstatus sebagai tuan rumah, Paser tetap menurunkan atletnya pada Babak Kualifikasi (BK) Porprov Cabor Dayung yang dilaksanakan di Kutai Kartanegara.
Sekretaris PODSI Paser, M. Hafidz Syahid mengatakan bahwa pada prinsipnya pelaksanaan BK seharusnya dilakukan di Kabupaten Paser. Namun venue yang sedang dalam tahap pembangunan membuat kegiatan dipusatkan di Tenggarong atas kesepakatan bersama.
“Karena tahun 2026 ini Kabupaten Paser sebagai tuan rumah Porprov. Berhubung venue kami masih proses pekerjaan, belum sempurna, maka kami bersepakat mengambil lokasi tengah agar peserta dari kabupaten/kota bisa mengikuti,” jelasnya, Sabtu (6/12/2025).
Hafidz menyebutkan, pelaksanaan di Kukar memberikan efisiensi waktu dan biaya bagi peserta.
“Lihat kehadiran teman-teman dari kabupaten/kota hampir semua hadir. Bersyukur bisa terlaksana di sini. Dari segi efisiensi biaya juga lebih ringan,” ujarnya.
Paser memboyong 55 personel pada ajang ini, terdiri dari 45 atlet dan delapan ofisial.
“Kami mengikuti semua 24 kelas yang dipertandingkan. Atlet putra 25 dan putri 20 orang,” kata Hafidz.
Ia menyebut, sekitar 80 persen atlet mereka masih berstatus pelajar dan mahasiswa.
“Mayoritas siswa, ada juga mahasiswa. Alhamdulillah sekolah memberikan dispensasi sehingga tidak mengganggu kewajiban mereka,” tegasnya.
Meski tidak wajib mengikuti BK, Paser memilih turun penuh demi memantapkan mental bertanding.
“Kami ingin mempersiapkan atlet benar-benar. Mental bertanding harus melalui proses. Alhamdulillah hasilnya maksimal,” ungkap Hafidz. Hingga hari kedua, Paser telah meraih tiga medali emas.
“Mudah-mudahan kami bisa maksimal dan juara umum di babak kualifikasi ini,” tambahnya penuh harap.
Target Paser cukup ambisius. Mereka membidik 50 persen plus satu dari total medali emas yang dipertandingkan.
“Dari 24 nomor, target kami 50 persen plus satu,” tegas Hafidz.
Salah satu atlet muda Paser yang mencuri perhatian yakni Muhammad Fatan Habiburahman, siswa kelas 12 kelahiran 2007. Ia sudah lima tahun menekuni dayung.
“Motivasi saya ingin membanggakan orang tua dan mendapatkan prestasi lebih banyak lagi,” katanya. Fatan meraih dua perunggu pada POPNAS sebelumnya dan saat BK sudah mengoleksi dua emas dari nomor kayak.
“Harapan saya di Porprov nanti dapat medali emas lagi. Paser juara umum juga,” ucapnya penuh optimisme.
Fatan mengakui tantangan terbesar dalam pertandingan ini adalah kondisi alam.
“Angin dan arus sungai cukup kuat,” ujarnya.
Meski begitu, ia memastikan persiapannya tetap terjaga karena rutin menjalani latihan pagi-sore di Samarinda sebagai atlet SKOI.
Dengan persiapan panjang yang telah dimulai sejak April 2025 melalui Training Center (TC) mandiri, Paser berharap hasil terbaik dapat diraih saat menjadi tuan rumah Porprov 2026 mendatang.
“Insyaallah kita siap,” tutup Hafidz.(Zy)


