Perahu Ketinting Terbalik di Sungai Mahakam, Seorang Pemuda Tenggelam di Desa Separi

redaksi

Distriknews.co, Kutai Kartanegara – Kecelakaan air (laka air) terjadi di perairan Sungai Mahakam, tepatnya di Desa Separi, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Jumat (19/12/2025) sore. Insiden tersebut mengakibatkan seorang pemuda dilaporkan tenggelam dan hingga kini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 18.00 Wita. Korban diketahui bernama M. Noor Pikri (20), warga RT 06 Desa Embalut, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Kasat Polairud Polres Kukar, AKP Benedict Jaya, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula saat korban tengah melakukan latihan atau uji coba perahu ketinting (ces) di pinggir perairan Sungai Mahakam.

“Korban sedang mencoba perahu ketinting di perairan Sungai Mahakam, Desa Separi. Namun diduga karena kecepatan tinggi serta pengaruh gelombang sungai, perahu yang dikemudikan korban menjadi tidak seimbang dan terbalik,” ujar AKP Benedict Jaya dalam keterangannya.

Menurut keterangan saksi di lokasi kejadian, korban mengendarai perahu seorang diri. Dua orang saksi yang melihat langsung peristiwa tersebut yakni Iduar Anas alias Ohoi (60) dan Putri Vernanda (20), warga Desa Separi.

“Ujung perahu ketinting terangkat terlalu tinggi akibat laju perahu dan gelombang Sungai Mahakam, sehingga perahu kehilangan keseimbangan dan korban terjatuh ke sungai,” jelasnya.

Setelah perahu terbalik, korban sempat terlihat tenggelam dan tidak muncul ke permukaan. Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut segera melakukan pencarian awal, namun korban tidak berhasil ditemukan.

Pihak kepolisian melalui Satpolairud Polres Kukar langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) serta melakukan pengumpulan bahan keterangan dari para saksi. Selain itu, koordinasi lintas instansi juga segera dilakukan untuk mempercepat proses pencarian.

“Kami telah berkoordinasi dengan Basarnas dan BPBD Kukar. Saat ini tengah dipersiapkan pembentukan tim pencarian gabungan serta pendirian posko pencarian di sekitar lokasi kejadian,” kata AKP Benedict Jaya.

Ia menambahkan, proses pencarian masih terus dilakukan dengan menyisir perairan Sungai Mahakam di sekitar Desa Separi dan wilayah sekitarnya. Kondisi arus sungai yang cukup deras menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan.

“Hingga saat ini korban belum ditemukan. Kami akan terus melakukan upaya maksimal bersama tim gabungan dan perkembangan selanjutnya akan segera kami laporkan,” tutupnya.

Baca juga

Bagikan:

Tags

Apa yang Anda cari?