Distriknews.co – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk Minggu, 1 Maret 2026. Informasi tersebut disampaikan Prakirawan BMKG, Selly Brilian, melalui kanal YouTube Info BMKG pada Sabtu (28/2/2026).
Dalam laporannya, Selly menyampaikan adanya sejumlah dinamika atmosfer yang berpotensi memengaruhi kondisi cuaca di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan Timur. Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah kemunculan bibit siklon tropis 90S.
“Bibit siklon tropis 90S diprediksi berada di Samudera Hindia, barat daya Banten, dengan kecepatan angin maksimum 20 knot dan tekanan udara sekitar 1.005 milibar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam 24 hingga 72 jam ke depan, bibit siklon tersebut diperkirakan masih persisten dengan pergerakan ke arah barat dan potensi berkembang menjadi siklon tropis dalam kategori rendah. Meski demikian, keberadaannya tetap memengaruhi pola cuaca di Indonesia.
Selain bibit siklon 90S, sistem tekanan rendah juga terpantau berada di Samudera Pasifik utara Papua dan di Teluk Carpentaria. Sistem tersebut membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan.
“Sirkulasi siklonik juga diprediksi berada di perairan utara Kalimantan Barat yang membentuk daerah konvergensi di wilayah Laut Cina Selatan. Kondisi ini mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah tersebut,” jelasnya.
Kombinasi dinamika atmosfer itu menyebabkan potensi cuaca signifikan di sejumlah daerah. BMKG mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat, termasuk di Kalimantan Timur.
“Perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat di Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur,” tegas Selly.
Untuk kota-kota besar, Samarinda diprakirakan mengalami hujan ringan. Sementara itu, Tanjung Selor berpotensi hujan disertai petir. Di wilayah lain seperti Banjarmasin dan sebagian besar Papua juga berpotensi hujan ringan.
BMKG mengimbau masyarakat agar terus memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi lembaga tersebut guna mengantisipasi dampak yang mungkin ditimbulkan, terutama menjelang aktivitas Ramadan dan akhir pekan.
“Pastikan untuk selalu memperbarui informasi cuaca melalui situs resmi BMKG dan media sosial @infoBMKG,” tutupnya. (Zy)


