Distriknews.co Jakarta – Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menyosialisasikan Gerakan Satu Jam Berkualitas bersama Keluarga atau SatuJamKu sebagai upaya mengatasi kecanduan gadget pada anak. Program ini mengajak keluarga meluangkan waktu khusus tanpa gawai setiap hari.
Dilansir dari detikcom, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan Kemenko PMK, Woro Srihastuti Sulistyaningrum, mengatakan tantangan pengasuhan anak semakin besar di era digital. Ia menyebut penetrasi internet di Indonesia sudah melampaui 80 persen, namun tingkat pendampingan orang tua terhadap anak masih rendah dan belum mencapai 30 persen.
Menurut Woro, kondisi tersebut memicu berbagai dampak negatif bagi anak. Data menunjukkan sekitar 42 persen anak usia dini di bawah enam tahun telah terpapar gadget sejak dini.
Selain itu, Indonesia juga menempati peringkat ketiga dunia dalam laporan kasus materi pornografi anak berdasarkan data National Center for Missing and Exploited Children (NCMEC) tahun 2023. Karena itu, keterlibatan orang tua dalam mendampingi anak saat menggunakan teknologi menjadi sangat penting.
Melalui Gerakan SatuJamKu, pemerintah mengajak keluarga menyediakan waktu minimal satu jam setiap hari tanpa gangguan gadget. Waktu tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas bersama seperti beribadah, makan bersama, berolahraga, atau rekreasi keluarga.
Woro menilai kegiatan sederhana tersebut dapat memperkuat hubungan emosional antara orang tua dan anak. Selain itu, komunikasi dalam keluarga juga diharapkan menjadi lebih baik sehingga peran pengasuhan berjalan optimal.
Ia juga menekankan pentingnya keteladanan orang tua dalam mengurangi penggunaan gadget. Menurutnya, orang tua tidak bisa meminta anak menjauhi ponsel jika mereka sendiri masih sering sibuk menggunakan gawai.
Menjelang Idul Fitri, pemerintah menilai momen mudik menjadi waktu yang tepat untuk menerapkan gerakan tersebut. Saat mudik, orang tua dan anak biasanya memiliki lebih banyak waktu bersama tanpa tekanan pekerjaan maupun sekolah.
Kemenko PMK juga berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk memperkuat kampanye ini. Pemerintah berharap momentum mudik dapat dimanfaatkan keluarga untuk meningkatkan interaksi dan kedekatan tanpa distraksi gadget.
Sumber: Detikcom


