Distriknews.co Tenggarong – Momentum libur Idulfitri 1447 Hijriah membawa berkah tersendiri bagi para pelaku jasa, termasuk fotografer freelance di Tenggarong. Tingginya aktivitas masyarakat yang berwisata dan berkumpul bersama keluarga turut mendorong meningkatnya permintaan jasa dokumentasi.
Salah satu fotografer freelance, Ale Muhammad, mengaku mengalami lonjakan pendapatan selama periode Lebaran tahun ini. Ia menyebut, peningkatan jumlah pelanggan sudah mulai terasa bahkan sejak dua hari terakhir menjelang Hari Raya.
“Di hari pertama Lebaran pengunjung sudah banyak, bahkan sebelum itu, dua hari terakhir puasa sudah mulai ramai. Jadi bisa dibilang cukup lumayan,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).
Ale menjelaskan, tarif jasa foto yang ditawarkan cukup terjangkau, sehingga diminati berbagai kalangan masyarakat. Ia menyediakan beberapa pilihan paket sesuai kebutuhan pelanggan.
“Untuk harga, satu foto Rp15.000. Kalau ambil empat foto Rp50.000, dan kalau sepuluh foto Rp100.000, jadi sekitar Rp10.000 per foto,” jelasnya.
Dari sisi pendapatan, ia mengaku rata-rata bisa meraih sekitar Rp1 juta per hari selama libur Lebaran. Meski jumlah tersebut bisa fluktuatif, tren peningkatan tetap terasa dibanding hari biasa.
“Pendapatan selama liburan biasanya sekitar Rp1 juta per hari. Kadang bisa lebih, kadang juga di bawah, tapi rata-ratanya di angka itu,” katanya.
Menurutnya, sebagian besar pelanggan lebih memilih paket foto dalam jumlah banyak. Bahkan tidak sedikit yang langsung memesan hingga puluhan foto dalam sekali sesi.
“Biasanya pengunjung lebih banyak ambil paket. Ada yang ambil sepuluh foto, bahkan ada juga yang sampai dua puluh foto,” ungkapnya.
Dalam prosesnya, Ale memanfaatkan teknologi digital untuk memudahkan pelanggan memilih hasil foto. Setiap sesi pemotretan menghasilkan banyak gambar yang kemudian dipilih langsung oleh pelanggan melalui perangkat ponsel.
“Nanti pengunjung memilih sendiri foto yang diinginkan lewat aplikasi di HP. Yang tidak dipilih bisa langsung dihapus, dan yang dipilih akan kami kirim,” terangnya.
Ia menambahkan, file foto yang diberikan memiliki kualitas cukup baik untuk dicetak, bahkan hingga ukuran besar tanpa mengurangi kualitas gambar. Jika pelanggan menginginkan sentuhan editing, layanan tersebut diberikan tanpa biaya tambahan.
Jam operasional Ale biasanya dimulai pada sore hingga malam hari, menyesuaikan waktu ramai pengunjung di sejumlah titik publik seperti taman dan area olahraga di Tenggarong.
“Biasanya mulai jam 17.00 sampai sekitar jam 22.00. Kalau hari biasa lebih sepi, ramai hanya saat akhir pekan,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa dibandingkan tahun sebelumnya, permintaan jasa fotografi saat Lebaran tahun ini meningkat cukup signifikan. Hal tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mengabadikan momen kebersamaan.
“Kalau dibandingkan tahun lalu, Lebaran tahun ini jauh lebih ramai. Kesadaran masyarakat untuk dokumentasi sekarang lebih tinggi,” tutupnya.
Fenomena ini menunjukkan bahwa sektor jasa kreatif seperti fotografi turut merasakan dampak positif dari meningkatnya aktivitas masyarakat selama musim liburan, sekaligus menjadi peluang ekonomi yang menjanjikan di daerah.
Penulis: Muhammad Zailany


