Distriknews.co Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara terus mematangkan pembangunan fasilitas olahraga ekstrem di kawasan Taman Pujasera Tenggarong. Setelah menerima berbagai masukan dari komunitas, skatepark yang tengah dibangun dipastikan akan dievaluasi secara menyeluruh agar memenuhi standar dan kebutuhan atlet.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Wiyono, mengungkapkan bahwa hasil dialog bersama komunitas BMX, skateboard, dan inline skate menunjukkan masih adanya sejumlah kekurangan pada fasilitas yang ada saat ini.
“Dari dialog yang sudah dilakukan, memang ada beberapa catatan dan rekomendasi. Karena itu, ke depan kita akan kembali membahas secara teknis bersama Dinas PU dan teman-teman komunitas,” ujarnya, Senin (30/3/2026) malam.
Menurut Wiyono, salah satu langkah strategis yang akan ditempuh adalah menghadirkan tenaga ahli guna melakukan evaluasi langsung terhadap skatepark yang telah dibangun sejak 2024 tersebut. Kehadiran tenaga ahli dinilai penting agar proses perbaikan dilakukan secara tepat dan sesuai standar.
“Kemungkinan kita akan carikan anggarannya untuk mendatangkan ahli. Mereka nanti akan mengevaluasi, apa saja kekurangannya dan bagaimana rekomendasi perbaikannya,” jelasnya.
Ia menegaskan, evaluasi berbasis kajian teknis sangat diperlukan untuk menghindari kesalahan berulang. Tanpa perhitungan yang matang, perbaikan yang dilakukan dikhawatirkan justru tidak sesuai kebutuhan dan berpotensi menimbulkan pembongkaran ulang.
“Jangan sampai kita perbaiki, tapi ternyata masih belum sesuai. Akhirnya bongkar pasang terus, itu yang tidak kita inginkan,” tegasnya.
Selain mendatangkan tenaga ahli, pemerintah daerah juga mempertimbangkan untuk melakukan studi banding ke sejumlah daerah yang telah memiliki fasilitas olahraga ekstrem dengan standar baik. Beberapa lokasi yang menjadi rujukan antara lain Penajam Paser Utara, Balikpapan, hingga kota besar seperti Bali dan Jakarta.
Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran nyata terkait standar pembangunan skatepark yang ideal, sekaligus menjadi referensi dalam penyempurnaan fasilitas di Kukar.
Di sisi lain, masukan dari komunitas tetap menjadi perhatian utama. Pemerintah berkomitmen untuk terus melibatkan komunitas dalam setiap tahapan, baik perencanaan maupun evaluasi, agar fasilitas yang dibangun benar-benar sesuai kebutuhan pengguna.
Aspek keselamatan juga menjadi fokus dalam penataan kawasan. Salah satu rekomendasi yang mengemuka adalah pemisahan area olahraga ekstrem dengan playground anak-anak guna menghindari potensi kecelakaan.
“Ini olahraga ekstrem, jadi tidak bisa disatukan dengan playground. Demi keselamatan, harus dipisahkan,” ujar Wiyono.
Tak hanya itu, penataan fasilitas pendukung juga masuk dalam evaluasi, termasuk penyediaan area penonton serta kemungkinan pengembangan ruang untuk kegiatan UMKM, seperti penjualan suvenir.
Meski demikian, Wiyono mengakui bahwa hingga saat ini belum terdapat alokasi anggaran tambahan untuk perbaikan skatepark tersebut. Namun, ia memastikan upaya perbaikan akan tetap diupayakan melalui perencanaan ke depan.
“Untuk anggaran tambahan memang belum ada. Tapi pembangunan awalnya sudah dimulai sejak 2024,” pungkasnya.
Penulis: Muhammad Zailany


