Distriknews.co Kutai Kartanegara – Ketua DPC PDI Perjuangan Kutai Kartanegara, Rendi Solihin, menyampaikan bahwa pihaknya menerima kunjungan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kukar dalam suasana penuh keakraban, Sabtu (11/4/2026). Pertemuan tersebut berlangsung di kantor DPC PDIP Kukar dan dihadiri lengkap oleh empat pimpinan Bawaslu.
Rendi mengatakan, kehadiran Bawaslu disambut baik sebagai bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan koordinasi antar lembaga, khususnya dalam menjaga kualitas demokrasi di daerah. Ia menilai, silaturahmi ini penting untuk membangun sinergi menjelang tahapan politik ke depan.
“Pertemuan ini berjalan dengan baik dan kami menyambut kehadiran Bawaslu secara terbuka. Ini bagian dari upaya mempererat komunikasi dalam menghadapi tahapan politik mendatang,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah agenda strategis turut dibahas, terutama terkait persiapan menghadapi tahun politik 2027. Beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain proses verifikasi partai politik serta kemungkinan penataan ulang daerah pemilihan (dapil).
Rendi menjelaskan, adanya potensi pemekaran dapil tidak lepas dari dinamika wilayah, termasuk kawasan yang masuk dalam skema SIKM. Hal ini menurutnya perlu diantisipasi sejak dini agar proses politik berjalan lebih matang.
Selain itu, DPC PDIP Kukar juga telah melakukan penjaringan bakal calon melalui mekanisme pleno di 20 kecamatan. Proses tersebut dilakukan dengan metode jemput bola langsung ke masyarakat guna memastikan partisipasi yang lebih luas.
“Penjaringan sudah kami lakukan di 20 kecamatan, dan hasilnya sudah kami sampaikan ke tingkat DPD sebagai bahan awal,” jelasnya.
Ia menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya juga akan menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancap) yang melibatkan seluruh PAC di 20 kecamatan serta ranting di 237 desa dan kelurahan.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Kukar, Teguh Wibowo, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari program konsolidasi demokrasi yang tengah dijalankan oleh Bawaslu.
“Kami akan melakukan kunjungan ke seluruh partai politik, bukan hanya satu partai. Ini bagian dari upaya memperkuat silaturahmi dengan mitra kami,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, momen bulan Syawal dimanfaatkan sebagai ajang halal bihalal sekaligus mempererat hubungan kelembagaan antara Bawaslu dan partai politik di Kukar.
Dalam diskusi yang berlangsung, berbagai hal turut dibahas, termasuk tahapan Pemilu yang akan digelar pada tahun 2029. Teguh menegaskan pentingnya komunikasi sejak dini agar seluruh tahapan dapat berjalan dengan baik dan sesuai regulasi.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara penyelenggara pemilu dan partai politik, guna menciptakan proses demokrasi yang lebih transparan, partisipatif, dan berkualitas di Kabupaten Kutai Kartanegara.
Penulis: Muhammad Zailany


