Distriknews.co Kutai Kartanegara – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong pengembangan kawasan perikanan dan desa nelayan melalui berbagai program pemerintah pusat. Salah satunya dengan mengusulkan sejumlah desa di Kukar masuk dalam program prioritas nasional Kampung Nelayan Merah Putih.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kukar, Muslik, mengatakan saat ini pihaknya telah memiliki program binaan berupa Kampung Budidaya Nila yang berada di Kecamatan Loa Kulu dan mencakup lima desa.
“Ada program pemerintah yang pertama itu terkait Kampung Budidaya Nila. Itu sudah ditetapkan di Kecamatan Loa Kulu meliputi lima desa. Ini juga menjadi bagian binaan dari kami,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).
Selain program budidaya nila, DKP Kukar kini juga fokus mengusulkan desa nelayan agar masuk dalam program Kampung Nelayan Merah Putih yang menjadi program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Muslik menjelaskan, program tersebut saat ini masih dalam tahap usulan dan proses penilaian oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Menurutnya, pemerintah daerah mendapat dorongan kuat dari Bupati Kukar untuk aktif mengakses program nasional tersebut mengingat banyaknya desa nelayan di wilayah Kukar.
“Karena ini adalah program prioritas dan kami juga didorong terus oleh Bapak Bupati untuk mengakses program ini, mengingat banyaknya desa nelayan di Kukar,” katanya.
Ia menyebut, dari sekitar 49 desa nelayan yang ada di Kutai Kartanegara, pihaknya telah mengusulkan lima desa untuk menjadi bagian dari program Kampung Nelayan Merah Putih.
Kelima desa tersebut yakni Desa Pela, Desa Sangkuliman, Desa Semayang, Desa Jantur, dan Desa Kersik.
“Sementara ini yang sudah kami usulkan dan sudah ditindaklanjuti oleh Menteri lewat verifikasi, validasi, dan lain sebagainya, itu ada lima desa yang kita usulkan untuk Kampung Nelayan Merah Putih,” jelas Muslik.
Meski belum resmi ditetapkan, DKP Kukar menerima informasi bahwa Kementerian Kelautan dan Perikanan akan melakukan penyusunan Detail Engineering Design (DED) terhadap tiga desa yang diusulkan, yakni Desa Pela, Sangkuliman, dan Semayang.
Program Kampung Nelayan Merah Putih sendiri dirancang sebagai pembangunan kawasan terpadu bagi masyarakat nelayan. Dalam program tersebut terdapat sejumlah fasilitas yang akan dibangun untuk menunjang aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.
“Dalam program tersebut ada beberapa menu, seperti pembangunan SPBUN, pembangunan pendaratan ikan, bengkel perahu nelayan, balai pertemuan, hingga kawasan kuliner dalam satu kawasan,” terangnya.
Muslik berharap usulan yang diajukan Pemkab Kukar dapat disetujui pemerintah pusat sehingga pembangunan kawasan nelayan modern dapat direalisasikan di Kutai Kartanegara.
Menurutnya, program tersebut nantinya diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan sekaligus memperkuat sektor kelautan dan perikanan di Kukar.
“Harapan kita nantinya program dari pemerintah itu bisa kita akses, paling tidak ada yang bisa dikembangkan atau dibangun di Kutai Kartanegara,” pungkasnya.
Penulis: Muhammad Zailany


