Survei Deloitte: Gen Z dan Milenial Prioritaskan Kerja Fleksibel

redaksi

Distriknews.co Gaya Hidup – Generasi Z dan milenial kini memiliki pandangan berbeda soal dunia kerja. Bagi mereka, tempat kerja ideal bukan hanya soal gaji tinggi atau jabatan, tetapi juga fleksibilitas, kesehatan mental, serta keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Hal itu terungkap dalam survei Deloitte Global 2026 Gen Z and Millennial Survey yang melibatkan lebih dari 22.500 responden dari 44 negara.

Dilansir dari Kompas.com, hasil survei menunjukkan generasi muda mulai memilih jalur karier yang lebih realistis dan berkelanjutan di tengah tekanan ekonomi, tingginya biaya hidup, perkembangan teknologi, hingga risiko burnout di lingkungan kerja.

Chief People & Purpose Officer Deloitte Global, Elizabeth Faber, mengatakan Gen Z dan milenial kini lebih memilih karier yang sesuai dengan kondisi nyata dibanding mengejar ambisi tanpa batas.

Menurut survei tersebut, work life balance menjadi salah satu prioritas utama generasi muda dalam menentukan pekerjaan.

Sebanyak 44 persen Gen Z dan 45 persen milenial mengaku lebih memilih perkembangan karier yang stabil. Sementara hanya 25 persen Gen Z dan 21 persen milenial yang tertarik pada promosi cepat dan kenaikan jabatan.

Sekitar 20 persen responden bahkan bersedia menerima posisi lebih rendah atau berpindah secara lateral demi mendapatkan pengalaman yang dianggap penting untuk masa depan karier mereka.

Integrated Marketing and Communications Executive sekaligus Adjunct Professor di Texas Christian University dan University of Dallas, Megan Korns Russell, menilai generasi muda kini ingin memiliki kehidupan yang lebih seimbang dan tidak hanya fokus pada pekerjaan.

Salah satu responden Gen Z bernama Nita mengaku ingin memiliki pekerjaan yang bermakna tanpa harus kehilangan waktu untuk kehidupan pribadi.

“Saya ingin mengubah dunia menjadi lebih baik melalui pekerjaan, tetapi juga bisa pulang dan menjalani hidup saya, bersantai, dan memiliki pemisahan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi,” tuturnya.

Survei Deloitte juga menemukan banyak Gen Z dan milenial mulai enggan mengejar posisi kepemimpinan karena khawatir dengan tekanan kerja berlebihan.

Sebanyak 50 persen Gen Z dan 49 persen milenial menyebut stres dan burnout sebagai alasan utama mereka tidak memprioritaskan posisi pemimpin di tempat kerja. Selain itu, tanggung jawab besar juga dianggap menjadi hambatan untuk mengejar jabatan tersebut.

Dalam laporan tahun 2026, Deloitte mengulas pandangan Gen Z dan milenial terhadap dunia kerja, kehidupan pribadi, kepemimpinan, kesehatan mental, pemanfaatan AI, hingga tujuan hidup di tengah tekanan ekonomi global serta pesatnya perkembangan teknologi.

Survei tersebut juga menggambarkan perubahan harapan generasi muda terhadap lingkungan kerja, terutama terkait fleksibilitas, keseimbangan hidup, dan pekerjaan yang memiliki makna.

Sumber: Kompas.com

Baca juga

Bagikan:

Apa yang Anda cari?