Wagub Kaltim menilai tudingan yang beredar di media sosial hanya dibangun dari asumsi dan “cocokologi”
Distriknews.co SAMARINDA — Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, membantah tudingan yang menyebut dirinya sebagai dalang di balik wacana hak angket terhadap Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud.
Menanggapi isu yang ramai di media sosial, Seno memilih merespons dengan santai. Ia bahkan sempat melontarkan candaan.
“Kalau saya bisa mengatur semua itu, mungkin sekarang saya sudah diminta Trump jadi konsultan politiknya,” ujar Seno dalam keterangannya, Rabu (28/5/2026).
Seno menegaskan dirinya tidak terlibat dalam proses hak angket yang kini bergulir di DPRD Kalimantan Timur. Ia menyebut tudingan tersebut tidak berdasar.
“Saya bukan dalang, saya wagub,” katanya.
Menurut Seno, narasi yang berkembang terlalu dipaksakan hanya karena dirinya menjabat sebagai wakil gubernur. Ia menilai tudingan itu lebih banyak dibangun lewat asumsi dibanding fakta.
“Ini seperti cocokologi,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pola pemberitaan dan unggahan media sosial yang terus mengaitkan dirinya dengan isu hak angket tanpa menghadirkan penjelasan yang berimbang.
“Saya lihat narasinya hampir sama semua. Isunya terus dinaikkan, tetapi tidak ada penjelasan logis kenapa tudingan itu diarahkan ke saya,” katanya.
Seno mengaku hanya sedikit pihak yang melakukan konfirmasi langsung kepadanya. Di sisi lain, tudingan justru menyebar lebih luas.
Ia menilai publik dapat menilai sendiri kualitas sebuah informasi jika dibangun hanya berdasarkan asumsi tanpa verifikasi yang memadai.
“Kalau sebuah tudingan terus diputar tanpa dasar yang jelas, publik tentu bisa menilai sendiri di mana independensi dan keberimbangannya,” ujarnya.
Seno juga membantah anggapan bahwa dirinya berada di balik dinamika politik yang berkembang saat ini. Ia mengaku tidak menginginkan situasi tersebut.
“Seolah-olah karena saya wagub lalu ada hak angket terhadap gubernur, maka saya yang mengatur semuanya. Terlalu hebat kalau saya bisa begitu,” katanya.
Terkait foto yang viral di media sosial dan memperlihatkan sejumlah penginisiasi aksi bersama dirinya, Seno menegaskan foto itu merupakan dokumentasi lama yang kembali diunggah untuk membangun narasi baru.
“Itu foto lama yang dipakai lagi untuk kondisi yang berbeda,” tegasnya.
Ia kembali menekankan bahwa hak angket merupakan kewenangan DPRD sebagai lembaga legislatif, bukan ranah pemerintah provinsi.
“Pemerintah provinsi menghormati setiap proses yang berjalan sesuai aturan,” ujarnya.
Seno memastikan tidak ada campur tangan dari pihak eksekutif dalam proses tersebut. Saat ini, ia memilih fokus menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan masyarakat.
Di tengah polemik yang berkembang, Seno mengaku mencoba menyikapi persoalan itu secara lebih tenang.
“Mungkin saya sedang kena angin. Ada yang bilang, makin di atas makin kencang anginnya,” katanya.
Meski merasa dirugikan, Seno mengaku belum berniat membawa persoalan itu ke jalur hukum.
“Mudah-mudahan pihak yang menyebarkan isu itu diberikan hidayah,” tutupnya.
Sebelumnya, Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur juga memberikan klarifikasi terkait video viral yang menuding aksi demonstrasi mereka ditunggangi kepentingan politik.
Humas aliansi, Lukman Nil Hakim, menyebut foto pertemuan dengan Seno Aji yang beredar di media sosial merupakan dokumentasi lama yang diambil pada 8 Desember 2025.
Menurut Lukman, pertemuan itu adalah agenda silaturahmi internal LSM JAGA Kaltim, di mana Seno Aji diketahui sebagai pembina organisasi tersebut.
Aliansi juga membantah tudingan bahwa aksi demonstrasi mereka diarahkan oleh tokoh politik tertentu, termasuk Seno Aji maupun Wali Kota Samarinda, Andi Harun.
“Semua yang kami sampaikan saat demo murni suara masyarakat. Tidak ada titipan atau settingan dari pejabat mana pun,” kata Lukman.
Redaksi : Distriknews.co


