distriknews.co, BALIKPAPAN – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu operasional penerbangan di sejumlah wilayah Kalimantan. Dalam periode 14–20 September 2026, sebanyak 409 penerbangan di 18 bandara terdampak akibat menurunnya jarak pandang.
Dilansir dari detikcom Data Kantor Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah VII menunjukkan jumlah tersebut meningkat 250 penerbangan atau sekitar 157,2 persen dibandingkan pekan sebelumnya, 7–13 September 2026, yang mencatat 159 penerbangan terdampak.
Dari total 409 penerbangan, 141 mengalami keterlambatan, 254 mengalami pembatalan atau penundaan, sementara 14 penerbangan dialihkan ke bandara lain. Gangguan tersebut terjadi karena kabut asap menyebabkan jarak pandang di sejumlah bandara turun hingga menghambat proses pendaratan dan keberangkatan pesawat.
Dampak paling besar tercatat di Kalimantan Tengah dengan 201 penerbangan terdampak. Sementara itu, Kalimantan Timur mencatat 138 penerbangan terdampak dan Kalimantan Utara sebanyak 70 penerbangan.
Di Kalimantan Timur, Bandara APT Pranoto Samarinda turut mengalami gangguan. Sebanyak 33 penerbangan terdampak, terdiri dari 24 penerbangan terlambat, tujuh dibatalkan, dan dua dialihkan ke Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan.
Kepala Otban Wilayah VII, Ferdinan Nurdin, mengatakan kondisi jarak pandang menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi operasional penerbangan selama periode tersebut. Otoritas bandara juga meminta maskapai menyesuaikan layanan kepada penumpang yang terdampak, termasuk menyediakan opsi reschedule maupun pengembalian dana sesuai ketentuan.
Sumber : detikcom dan Kaltimtoday


