TRC-PPA Kaltim Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Kelurahan Melayu

redaksi

Distriknews.co, TENGGARONG – Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC-PPA) Kalimantan Timur bersama sejumlah relawan menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak kebakaran di Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang tengah menghadapi dampak musibah kebakaran.

Ketua TRC-PPA Kalimantan Timur, Rina Zainun, mengatakan bantuan disalurkan bersama sejumlah relawan, di antaranya Mercy, Biawak dan Papadaan. Bantuan tersebut berasal dari masyarakat yang memiliki kepedulian untuk membantu para korban kebakaran.

“Hari ini TRC PPA bersama dari relawan Mercy, Biawak, kita memberikan bantuan kepada korban kebakaran yang ada di daerah Kutai Kartanegara,” ujar Rina, Selasa (6/10/2026).

Rina menyebut bantuan yang disalurkan terdiri dari berbagai kebutuhan dasar warga. Di antaranya beras sebanyak 20 sak, telur, minyak makan, pembalut, gula, obat-obatan, pakaian bekas hingga air mineral.

“Selain TRC PPA Kaltim, Mercy, Biawak, Papadaan, kita bersama-sama memberikan, menyalurkan bantuan dari orang-orang baik hati berupa beras, tadi 20 sak, kemudian ada telur, ada minyak makan, pembalut, gula, obat-obatan, baju bekas, kemudian air mineral,” jelasnya.

Menurut Rina, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan warga yang terdampak kebakaran, terutama pada masa awal setelah musibah. Ia juga menyampaikan rasa duka atas kejadian yang menimpa masyarakat di Kelurahan Melayu.

“Kita dari TRC PPA khususnya turut berduka cita atas musibah yang dialami oleh masyarakat yang ada di sini,” katanya.

Selain menyalurkan bantuan logistik, TRC-PPA Kaltim juga mulai melakukan pendataan terhadap anak-anak yang menjadi korban kebakaran. Pendataan tersebut diperlukan untuk mengetahui jumlah anak serta kebutuhan pendidikan yang harus dipenuhi setelah mereka terdampak kehilangan tempat tinggal maupun barang-barang pribadi.

Rina mengatakan kunjungan tersebut merupakan tahap awal untuk mengidentifikasi kebutuhan anak-anak korban. Pihaknya ingin mengetahui jenjang pendidikan masing-masing anak, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

“Makanya kan hari ini kunjungan awal kami, kami ingin mendata berapa jumlah anak-anak yang menjadi korban, kemudian siswa apa saja, kebutuhannya apa saja,” ungkap Rina.

Pendataan juga akan mencakup kebutuhan perlengkapan sekolah. TRC-PPA Kaltim akan melihat apakah anak-anak membutuhkan seragam, buku maupun perlengkapan pendidikan lainnya. Setelah data diperoleh, pihaknya akan berupaya mencari bantuan sesuai kebutuhan masing-masing korban.

“Apakah nanti ada pakaian seragamnya, kemudian SD, SMP, SMA, atau anak kuliah, atau bukunya, dan perlengkapan sekolahannya, insya Allah kami nanti coba bantu untuk mencarikan apa yang menjadi kebutuhan para korban anak ini tadi,” ujarnya.

Rina berharap para korban dapat segera bangkit setelah mengalami musibah. Ia juga mendoakan agar masyarakat yang terdampak mendapatkan pengganti atas kehilangan yang dialami serta dapat kembali memiliki tempat tinggal.

“Kita berharapnya nanti secepatnya mereka bisa pulih, kemudian rejekinya tergantikan dengan yang lebih besar lagi dan rumah mereka segera bisa terbangunkan kembali,” katanya.

Sementara itu, Lurah Melayu Muhammad Hafizh menyampaikan apresiasi kepada TRC-PPA Kaltim dan para relawan yang telah datang langsung ke Tenggarong untuk menyalurkan bantuan. Menurutnya, bantuan logistik tersebut sangat bermanfaat bagi warga yang terdampak kebakaran.

“Kami, saya mewakili Kelurahan Melayu yang wilayah terdampak bencana, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada TRC PPA Kaltim yang hari ini memberikan bantuan logistik yang begitu banyak kepada kami,” ujar Hafizh.

Ia berharap bantuan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga selama masa pemulihan. Pemerintah kelurahan juga masih membuka ruang bagi masyarakat yang ingin memberikan bantuan, terutama dalam bentuk logistik makanan.

“Insya Allah logistik ini sangat bermanfaat bagi korban-korban kebakaran di Kelurahan Melayu,” katanya.

Hafizh menjelaskan, untuk kebutuhan pakaian, kondisi warga saat ini relatif telah tercukupi. Namun, kebutuhan makanan dan logistik sehari-hari masih menjadi salah satu hal yang dapat dibantu oleh masyarakat maupun pihak lain.

“Berkaitan dengan logistik, seperti makan-makanan, apabila ingin menyumbang, kami membuka pintu selebar-lebarnya. Apabila masyarakat ingin menyumbangkan, kami silakan menyumbang,” jelasnya.

Menurut Hafizh, kepedulian dari berbagai pihak menjadi dukungan moral bagi warga terdampak. Bantuan yang terus berdatangan menunjukkan bahwa masyarakat yang menjadi korban kebakaran tidak menghadapi musibah tersebut seorang diri.

“Dengan seperti itu, itu adalah salah satu bantuan, kami bahwasannya Melayu atau warga yang terdampak tidak sendirian untuk melewati cobaan ini,” pungkas Hafizh.

Reporter: Muhammad Zailany

Baca juga

Bagikan:

Apa yang Anda cari?