Tak Cukup Andalkan Pembiayaan, Aulia Ingin Kukar Punya Ruang Mengelola Potensi Gas

redaksi

Distriknews.co, KUTAI KARTANEGARA – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, berharap daerah tidak hanya memperoleh alokasi pembiayaan dalam proses transisi energi, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk terlibat langsung dalam pengelolaan potensi energi di wilayahnya. Salah satu peluang yang disorot adalah pemanfaatan gas sebagai bagian dari peralihan dari sektor ekstraktif menuju non-ekstraktif.

Harapan tersebut disampaikan Aulia saat menjadi narasumber dalam Arusbawah Energy Forum 2026 bertema “Menjadi Tuan Rumah di Negeri Energi (Dari Perut Bumi ke PAD)” yang berlangsung di Gedung Olah Bebaya, Provinsi Kalimantan Timur, Sabtu (10/10/2026).

Dalam pernyataan penutupnya, Aulia menekankan pentingnya memberikan ruang yang lebih luas kepada pemerintah daerah untuk menjadi pelaku langsung dalam proses transisi energi. Menurutnya, daerah perlu mempunyai kesempatan untuk ikut mengembangkan potensi energi yang berada di wilayahnya, bukan hanya menerima manfaat dalam bentuk pembiayaan.

Ia menyebut masa lima tahun pemerintahan saat ini akan dimanfaatkan untuk membangun fondasi peralihan ekonomi dari sektor ekstraktif ke sektor non-ekstraktif. Meski menyadari perubahan tersebut membutuhkan waktu panjang, Aulia menilai langkah awal tetap harus dilakukan agar proses transisi memiliki arah yang jelas.

“Tugas kami hari ini atau di era kami ini, dalam jangka waktu lima tahun, adalah membangun fondasi dalam proses transisi energi dari ekstraktif ke non-ekstraktif,” kata Aulia.

Menurutnya, pemerintah daerah menginginkan keterlibatan yang lebih nyata dalam proses pengembangan energi. Ruang bagi daerah dinilai penting agar potensi yang tersedia dapat diusahakan dan memberikan peluang manfaat bagi pembangunan wilayah.

Aulia kemudian menyinggung pemanfaatan gas sebagai salah satu contoh peluang yang dapat dikembangkan dalam proses transisi energi. Ia menyampaikan bahwa kegiatan operasional di wilayahnya diperkirakan segera berjalan, sehingga pemerintah daerah berharap dapat memperoleh kesempatan lebih besar untuk mengambil peran.

“Oleh karenanya, kami dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kukar sangat menginginkan agar pemerintah daerah menjadi pelaku langsung dari proses energi, karena kita akan membangun proses transisi energi di sini,” ujarnya.

Ia juga berharap keterlibatan daerah tidak berhenti pada pembiayaan yang dalam forum tersebut disebut sebesar 10 persen. Menurut Aulia, pemerintah daerah ingin memperoleh peluang untuk mengusahakan gas sehingga keterlibatan dalam sektor energi tidak hanya berkaitan dengan penerimaan pembiayaan.

“Kita berharap pemerintah hari ini bisa memberikan ruang yang cukup luas untuk daerah sebagai pelaku. Tadi kami sampaikan, misalnya, dari proses transisi, kita bisa menggunakan gas,” ungkapnya.

Aulia menyampaikan harapan agar kesempatan mengelola potensi gas dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat peran Kukar dalam transisi energi. Meski demikian, pernyataannya dalam forum tersebut merupakan harapan pemerintah daerah agar ruang keterlibatan dan pengelolaan potensi energi dapat diperluas.

Bagi Aulia, proses transisi energi merupakan agenda jangka panjang yang membutuhkan fondasi kuat sejak sekarang. Perubahan dari sektor ekstraktif menuju non-ekstraktif tidak dapat diselesaikan hanya dalam satu periode pemerintahan, tetapi perlu dimulai melalui langkah-langkah yang dapat dilanjutkan pada masa mendatang.

Ia optimistis Kalimantan Timur, khususnya Kutai Kartanegara, memiliki peluang untuk membangun masa depan yang lebih baik melalui upaya tersebut. Karena itu, fondasi yang dibangun saat ini diharapkan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.

“Kami yakin dan percaya bahwa hari esok Kaltim dan Kutai Kartanegara akan jauh lebih baik lagi,” tuturnya.

Aulia menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya meninggalkan warisan pembangunan bagi generasi selanjutnya. Ia berharap upaya membangun fondasi transisi energi saat ini dapat menjadi bekal bagi anak cucu untuk menikmati masa depan daerah yang lebih baik.

“Insyaallah, apa yang kita upayakan hari ini merupakan legasi kita untuk anak cucu kita nanti,” pungkasnya. (Adv)

Reporter: Muhammad Zailany | Penyunting: Wanda Iqwatul Q.

Baca juga

Bagikan:

Apa yang Anda cari?