Duka di Balik Kebakaran Tenggarong, Dua Anak Berusia 3 dan 7 Tahun Meninggal Dunia

redaksi

Distriknews.co, TENGGARONG – Kebakaran yang melanda permukiman warga di Gang Karya, Jalan Kartini, Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Selasa (13/10/2026) malam, menyisakan duka mendalam. Dua anak berusia 3 dan 7 tahun meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.

Di tengah upaya petugas menangani kebakaran, pencarian korban dilakukan di antara puing-puing bangunan yang hangus. Kedua anak itu kemudian ditemukan setelah petugas menyisir dan menggali bagian bangunan yang terbakar.

Selain kehilangan dua anaknya, seorang pria yang diketahui merupakan ayah dari kedua korban juga dilaporkan mengalami luka. Informasi lebih lanjut mengenai kondisi pria tersebut masih perlu dikonfirmasi kepada pihak terkait.

Kabar mengenai korban jiwa diketahui setelah wartawan kembali ke lokasi untuk memastikan informasi yang beredar. Saat itu, petugas masih melakukan pencarian di antara sisa-sisa bangunan yang terbakar.

Kebakaran tersebut juga berdampak pada sejumlah bangunan di sekitar lokasi. Pelaksana Tugas (Plt) Camat Tenggarong, Isnaniah, mengatakan, berdasarkan pendataan sementara, wilayah terdampak meliputi RT 61 dan RT 26.

Di RT 61, sekitar delapan bangunan diperkirakan terdampak. Sementara di RT 26, satu rumah dilaporkan terdampak langsung dan tiga bangunan lainnya turut terkena imbas kebakaran.

Bangunan SDN 021 Tenggarong di kawasan Jalan Delta juga dilaporkan terdampak. Namun, jumlah keseluruhan bangunan yang terkena dampak masih dalam pendataan pemerintah kecamatan.

“Untuk sementara, itulah data yang kami terima. Kami masih menghubungi sejumlah pihak dan akan melakukan pendataan langsung ke lapangan untuk memastikan jumlah bangunan serta warga yang terdampak,” ujar Isnaniah.

Di tengah situasi tersebut, pemerintah kecamatan berupaya memastikan warga yang terdampak tetap mendapatkan perhatian. Pendataan dilakukan untuk mengetahui keluarga yang kehilangan tempat tinggal dan membutuhkan bantuan setelah kebakaran.

Isnaniah mengatakan, warga yang tidak memiliki tempat untuk mengungsi atau tidak mempunyai keluarga yang dapat menampung akan dipertimbangkan untuk ditempatkan di posko sementara yang direncanakan berada di balai. Pemerintah kecamatan juga akan mengupayakan penyaluran bantuan bagi warga yang membutuhkan.

Sementara itu, penyebab kebakaran belum diketahui. Isnaniah menegaskan, pihak kecamatan masih menunggu pemeriksaan tim identifikasi kepolisian atau Inafis untuk memastikan sumber api.

“Penyebab kebakaran harus menunggu hasil pemeriksaan pihak yang berwenang,” katanya.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kukar, Fida Hurasani, mengatakan laporan kebakaran diterima sekitar pukul 23.45 Wita. Sebanyak tujuh unit pemadam kebakaran yang berada di wilayah Tenggarong dikerahkan untuk melakukan penanganan.

Fida menjelaskan, sebagian armada pemadam kebakaran saat itu berada di wilayah lain, termasuk Muara Badak dan Sangasanga. Kondisi tersebut membuat kesiapan unit yang tersedia menjadi salah satu hal penting dalam menghadapi kebakaran permukiman.

“Semua dalam konteks kesiapsiagaan kita. Situasi kebakaran permukiman itu tidak pernah berhenti ancamannya. Mudah-mudahan kita selalu dalam situasi siap, unit siap, dan tidak ada yang rusak,” ujarnya.

Proses pemadaman berlangsung sekitar 45 menit. Petugas harus bekerja di tengah permukiman padat dengan akses jalan yang sempit. Ketersediaan sumber air juga menjadi faktor penting untuk mendukung upaya menjangkau titik api.

“Kalau sumber air ada, kita mau masuk ke mana saja, saya tidak peduli,” tegas Fida.

Hingga berita ini ditulis, pendataan jumlah bangunan dan warga terdampak masih berlangsung. Penyebab kebakaran juga belum dipastikan. Di balik upaya penanganan dan pendataan tersebut, peristiwa ini meninggalkan kehilangan bagi keluarga korban serta warga yang terdampak kebakaran.

Reporter: Muhammad Zailany

Baca juga

Bagikan:

Apa yang Anda cari?