Stunting di Loa Sumber Menurun, Pemdes Perkuat Pelayanan Posyandu

redaksi

Distriknews.co, LOA KULU – Pemerintah Desa Loa Sumber, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terus mengintensifkan upaya pencegahan dan penurunan stunting melalui penguatan pelayanan Posyandu serta pemberian makanan tambahan bagi kelompok sasaran. Berdasarkan laporan akhir 2025, kasus stunting di desa tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Desa Loa Sumber, Sukirno, mengatakan jumlah anak yang mengalami stunting di wilayahnya berkurang berdasarkan laporan yang disampaikan pada akhir tahun lalu. Meski demikian, ia belum dapat memastikan perkembangan terbaru kasus stunting pada 2026 karena masih memerlukan data terkini.

“Alhamdulillah, di Desa Loa Sumber pada tahun-tahun sebelumnya memang masih ada, tetapi jumlahnya mengalami penurunan. Pada akhir tahun lalu, berdasarkan laporan yang kami sampaikan, kondisinya sudah menunjukkan perbaikan,” ujar Sukirno, Senin (12/10/2026).

Menurut Sukirno, penanganan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar pelayanan kesehatan dan pemenuhan gizi masyarakat dapat berjalan optimal. Salah satu langkah yang dilakukan yakni memperkuat pelayanan Posyandu melalui penerapan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) Posyandu sesuai kebutuhan masyarakat.

Ia menjelaskan, penanganan stunting tidak hanya menyasar anak yang telah mengalami gangguan pertumbuhan. Pemerintah desa juga berupaya memperkuat langkah pencegahan dengan memperhatikan kebutuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui, serta anak selama 1.000 hari pertama kehidupan.

Pemberian makanan tambahan menjadi salah satu upaya untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi kelompok tersebut. Program ini diharapkan dapat membantu mencegah risiko stunting sekaligus mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak sejak dini.

“Dengan adanya enam SPM dan keterlibatan berbagai pihak, kami berupaya menurunkan angka stunting. Pemberian makanan tambahan juga menjadi salah satu upaya yang kami lakukan, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, hingga anak dalam masa 1.000 hari pertama kehidupan,” katanya.

Meski laporan akhir tahun lalu menunjukkan adanya penurunan, Sukirno mengaku belum menerima laporan terbaru mengenai kondisi stunting di Desa Loa Sumber pada 2026. Ia menegaskan perlu memeriksa kembali data yang tersedia sebelum menyampaikan angka pasti terkait perkembangan kasus tahun ini.

“Untuk tahun ini, saya belum menerima laporan terbaru. Namun, berdasarkan laporan akhir tahun lalu, sudah ada penurunan. Untuk data pasti tahun ini, saya perlu memeriksa kembali laporan yang tersedia,” jelasnya.

Pemutakhiran data menjadi salah satu kebutuhan penting untuk mengevaluasi perkembangan kasus stunting dan menentukan langkah penanganan selanjutnya. Dengan data yang akurat, pemerintah desa dapat mengidentifikasi kebutuhan masyarakat serta mengarahkan intervensi sesuai kondisi di lapangan.

Sukirno berharap upaya penurunan stunting dapat terus berlanjut melalui pelayanan Posyandu, pemberian makanan tambahan, dan kolaborasi berbagai pihak. Pemantauan terhadap ibu hamil, ibu menyusui, serta anak pada masa 1.000 hari pertama kehidupan juga diharapkan tetap menjadi perhatian guna mendukung pemenuhan gizi dan tumbuh kembang anak di Desa Loa Sumber. (Adv)

Reporter: Muhammad Zailany | Penyunting: Wanda Iqwatul Q.

Baca juga

Bagikan:

Apa yang Anda cari?