Distriknews.co, KUTAI KARTANEGARA — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) menyiapkan sejumlah langkah untuk membantu masyarakat yang terdampak kebakaran pada Selasa malam (13/10/2026). Penanganan dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan warga setelah musibah yang menelan korban jiwa tersebut.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan petugas di lapangan untuk melakukan penanganan sekaligus menyusun strategi mitigasi. Langkah tersebut mencakup upaya jangka pendek, menengah, hingga panjang.
Perhatian pemerintah daerah tidak hanya tertuju pada penanganan setelah kejadian, tetapi juga pada kebutuhan dasar masyarakat agar aktivitas sehari-hari tetap dapat berjalan. Salah satu hal yang menjadi perhatian ialah kebutuhan anak-anak yang kehilangan perlengkapan sekolah akibat kebakaran.
Aulia menyampaikan, pemerintah akan berupaya membantu pengadaan seragam sekolah bagi anak-anak terdampak apabila memang dibutuhkan. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga sekaligus membantu anak-anak tetap menjalankan kegiatan pendidikan mereka.
“Untuk jangka pendek, kita memastikan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi kebakaran tidak mengalami hambatan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Misalnya, bagi anak-anak yang bersekolah dan kehilangan seragam sekolah akibat kebakaran, jika memang diperlukan, akan kita upayakan pengadaannya,” ujar Aulia, Rabu (14/10/2026).
Ia menambahkan, kebutuhan lain yang diperlukan masyarakat terdampak juga akan menjadi perhatian pemerintah daerah. Pemkab Kukar berupaya memberikan dukungan sesuai kebutuhan agar warga tidak semakin terbebani oleh dampak musibah tersebut.
“Begitu juga dengan kebutuhan lainnya. Kita berupaya membantu agar dapat mengurangi beban masyarakat yang terdampak musibah kebakaran ini,” katanya.
Di tengah upaya penanganan, Aulia turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya dua anak dalam peristiwa tersebut. Kedua korban masing-masing berusia 7 tahun dan 3 tahun. Ia menyebut kejadian itu sebagai musibah yang sangat memprihatinkan bagi keluarga korban dan masyarakat.
Duka juga menyertai kondisi orang tua kedua anak tersebut yang mengalami luka bakar serius. Keduanya dijadwalkan menjalani operasi di Rumah Sakit AM Parikesit pada Rabu pagi setelah mengalami luka bakar dengan luas sekitar 75 persen.
Selain memastikan upaya penanganan bagi warga terdampak, pemerintah daerah mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Aulia meminta warga memastikan api di dapur sudah padam sebelum tidur serta mematikan peralatan listrik yang tidak digunakan.
Ia juga mengimbau masyarakat memutus aliran listrik pada perangkat yang tidak diperlukan ketika meninggalkan rumah dalam waktu lama. Menurutnya, langkah pencegahan dan mitigasi penting dilakukan untuk mengurangi risiko kebakaran, termasuk yang disebabkan korsleting listrik.
Pemkab Kukar berharap koordinasi dengan petugas di lapangan dan kepedulian masyarakat dapat mendukung penanganan pascakebakaran sekaligus mencegah kejadian serupa terulang. Pemerintah daerah pun berupaya agar warga terdampak dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih baik. (Adv)
Reporter: Muhammad Zailany | Penyunting: Fachrizal Muliawan


