Distriknews.co, KUTAI KARTANEGARA – Persiapan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berjalan. Setelah proses administrasi berada di Kementerian Sosial, penyiapan lokasi juga mulai dilakukan melalui pembersihan lahan atau land clearing. Pemerintah daerah berharap pembangunan fisik sekolah tersebut dapat terlaksana pada 2027.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono Kasnu, menyampaikan bahwa saat ini terdapat perkembangan dalam persiapan pembangunan, baik dari sisi dokumen maupun kondisi lahan. Tahapan tersebut menjadi bagian dari proses menuju realisasi fasilitas pendidikan yang diperuntukkan bagi masyarakat dari keluarga kurang mampu.
“Sekolah Rakyat, kalau secara dokumen sekarang sudah, insya Allah, di Kementerian Sosial. Kemudian, secara fisik di lapangan sudah ada land clearing,” ujar Sunggono, Minggu (18/10/2026).
Ia mengungkapkan, luas lahan yang disiapkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat juga mengalami penambahan. Jika sebelumnya direncanakan sekitar lima hektare, kini luasnya menjadi tujuh hektare.
“Lahannya memang awalnya sekitar lima hektare, sekarang menjadi tujuh hektare,” katanya.
Dengan persiapan yang telah berjalan, pemerintah daerah berharap pembangunan dapat berlanjut ke tahap konstruksi pada tahun mendatang. Meski demikian, realisasi pembangunan masih bergantung pada kelanjutan proses administrasi dan tahapan persiapan yang diperlukan.
“Kita harapkan mudah-mudahan tahun depan bisa terbangun,” ungkapnya.
Selain persiapan infrastruktur, sasaran peserta didik juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program Sekolah Rakyat. Program ini ditujukan bagi anak-anak dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan rendah, yang antara lain tercermin dalam pengelompokan desil berdasarkan data sosial ekonomi.
Sunggono menjelaskan, calon siswa yang masuk kelompok desil 1 hingga desil 4 berpeluang memenuhi kriteria untuk mengikuti program tersebut. Namun, penerimaan peserta didik tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku.
“Kalau siswanya itu kan mereka yang berasal di desil 1–4. Sepanjang mereka itu ada di desil 1–4, insya Allah masuk dalam kriteria yang bisa ikut di Sekolah Rakyat,” jelasnya.
Keberadaan Sekolah Rakyat diharapkan dapat memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Dengan persiapan lahan yang telah dimulai, rencana pembangunan fasilitas pendidikan tersebut kini diarahkan agar dapat terealisasi sesuai harapan pemerintah daerah.
Meski demikian, jadwal pasti pembangunan, kapasitas siswa, dan rincian fasilitas yang akan tersedia belum dijelaskan dalam keterangan Sunggono. Pemerintah daerah masih berharap proses persiapan dapat berlanjut hingga pembangunan fisik bisa dilaksanakan pada 2027. (Adv)
Reporter: Muhammad Zailany | Penyunting: Fachrizal Muliawan


