Kukar Dorong Wisata Hidup Lewat Komunitas dan UMKM

redaksi

Pelaksana Tugas Kepala Dispar Kukar, Arianto

Distriknews.co, Tenggarong – Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara (Dispar Kukar) mengubah arah pembangunan sektor wisata dengan menekankan peran aktif masyarakat dan komunitas lokal. Pemerintah kini tidak lagi menjadi aktor tunggal, tetapi berfungsi sebagai fasilitator dan pembuka jalan.

Pelaksana Tugas Kepala Dispar Kukar, Arianto, menekankan bahwa strategi baru ini berlandaskan pada kolaborasi. Pemerintah akan membantu dari sisi infrastruktur dan regulasi, sementara warga diharapkan aktif dalam menghidupkan kawasan wisata.

“Kami ingin masyarakat merasa memiliki destinasi wisatanya. Kalau mereka terlibat langsung, pengelolaan bisa berjalan berkelanjutan,” kata Arianto.

Pantai Tanah Merah di Samboja jadi salah satu contoh sukses. Tempat ini berkembang lewat kegiatan komunitas, festival kuliner, hingga program edukasi lingkungan. Semuanya digerakkan oleh warga, pelajar, dan pelaku usaha lokal.

Model serupa sedang didorong di Pulau Kumala dan Tugu Khatulistiwa Santan Ulu. Kedua lokasi ini punya daya tarik tinggi, namun belum dikelola maksimal. Dispar Kukar menggandeng pokdarwis, UMKM, dan komunitas kreatif agar kawasan tersebut hidup kembali.

“Kami ingin muncul pertunjukan budaya, musik lokal, dan wisata edukatif di tempat-tempat ini. Pengalaman pengunjung harus lengkap, tidak sekadar datang lalu pulang,” jelas Arianto.

Pemkab Kukar juga menyediakan pelatihan untuk warga, mulai dari pengelolaan homestay, promosi digital, sampai jasa pemandu wisata. Data dari kutaikartanegarakab.go.id mencatat lebih dari 70 pelaku UMKM telah dilibatkan dalam program pelatihan pariwisata di 2024.

Menurut dokumen Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten Kukar 2020-2035, potensi wisata Kukar meliputi lebih dari 120 objek, namun baru sekitar 20 persen yang aktif dikelola. Arianto menilai kolaborasi bisa jadi kunci percepatan pengembangan destinasi lainnya.

“Kami ingin wisata Kukar tumbuh dari bawah. Ini soal bagaimana masyarakat menyambut pengunjung, memperkenalkan budayanya, dan menciptakan pengalaman yang tak terlupakan,” tambahnya.

Dispar Kukar menargetkan peningkatan jumlah event wisata berbasis komunitas pada 2026, sekaligus memperkuat promosi daring melalui platform media sosial, YouTube, dan situs resmi Kukar Tourism.

(Adv/DiskominfoKukar)

Baca juga

Bagikan:

Apa yang Anda cari?