Distriknews.co, Tenggarong – Festival budaya Nutuk Baham dan Belian Namang di Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun Darat, kembali digelar pada 9 Mei 2025. Agenda tahunan ini tak hanya menjaga kearifan lokal, tapi juga jadi pemicu pertumbuhan sektor ekonomi kreatif dan pemberdayaan UMKM.
Camat Kota Bangun Darat, Zulkifli, menyatakan bahwa festival ini dirancang bukan sekadar perayaan adat, tapi juga menjadi wadah bagi pelaku ekonomi lokal untuk berkembang. “Masyarakat tidak hanya melestarikan budaya, tapi juga mendapatkan ruang usaha dan promosi produk,” ujarnya.
Festival melibatkan beragam elemen, dari pelaku UMKM, seniman, pengrajin lokal, hingga komunitas kreatif. Kegiatan meliputi panggung hiburan, pameran kerajinan tangan, bazar kuliner khas Kutai, hingga pertunjukan ritual adat yang semakin menarik minat wisatawan dan pelaku industri kreatif.
Zulkifli menyebut bahwa kegiatan ini mampu mendatangkan wisatawan dari berbagai daerah. Berdasarkan data Dinas Pariwisata Kukar, angka kunjungan wisata budaya di wilayah hulu mengalami kenaikan hingga 15 persen pada 2024, terutama saat festival rakyat digelar.
Ia juga mendorong agar kegiatan ini menjadi agenda tetap dengan dampak ekonomi nyata. Pemerintah kecamatan bekerja sama dengan Disperindagkop dan Dispar Kukar untuk mengintegrasikan potensi lokal dengan pasar lebih luas, termasuk melalui e-katalog lokal dan pelatihan digital marketing bagi pelaku UMKM.
Mengutip laman resmi kukar.go.id, program pengembangan ekonomi kreatif dan pelestarian budaya menjadi salah satu prioritas dalam Rencana Pembangunan Daerah 2021–2026. Festival seperti ini mendukung strategi tersebut secara konkret.
“Kita ingin budaya jadi penggerak pembangunan. Masyarakat harus terlibat langsung, bukan hanya sebagai penonton,” tegas Zulkifli.
Festival Nutuk Baham dan Belian Namang kini tidak hanya menjadi bagian dari warisan adat Kutai Adat Lawas, tetapi juga mengangkat ekonomi warga secara berkelanjutan.
(Adv/DiskominfoKukar)


