Tambak Gagal Panen, Ponoragan Butuh Dukungan Pemulihan Cepat

redaksi

Salah satu Tambak Ikan Air Tawar di Desa Ponoragan, Kecamatan Loa Kulu, Kukar.

Distriknews.co, Kutai Kartanegara – Banjir akibat luapan Sungai Mahakam dan curah hujan ekstrem kembali memukul sektor perikanan air tawar di Kutai Kartanegara. Desa Ponoragan, Kecamatan Loa Kulu, menjadi salah satu wilayah paling terdampak. Sedikitnya 125 hektare tambak pembibitan ikan nila milik warga mengalami kegagalan panen total.

Kondisi ini menimbulkan kerugian besar, terutama bagi dua gabungan kelompok pembudidaya ikan (gapokdakan) yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi desa. Kepala Desa Ponoragan, Sarmin, menyatakan bahwa masyarakat kini hanya bisa berharap pada perhatian pemerintah daerah. “Kami ini sentra bibit ikan air tawar terbesar di Kaltim. Yang kami butuhkan bukan bantuan jangka pendek, tapi indukan berkualitas agar bisa bangkit lagi,” kata Sarmin.

Desa Ponoragan memiliki reputasi sebagai pusat pembibitan ikan nila unggulan di Kalimantan Timur. Berdasarkan data dari dpk.kukarkab.go.id, wilayah ini menyumbang lebih dari 70 persen kebutuhan bibit nila untuk pembudidaya keramba di sepanjang Sungai Mahakam. Jika produksi bibit terganggu, rantai pasok perikanan regional ikut terancam.

Sarmin menjelaskan bahwa lebih dari 60 persen warga desa menggantungkan hidup dari usaha tambak. Sisanya bergerak di sektor pertanian, hortikultura, dan peternakan. Bencana banjir ini bukan hanya menghapus potensi panen, tapi juga menunda proses produksi ulang dan mengganggu siklus ekonomi rumah tangga.

“Kami khawatir kehilangan kepercayaan dari para pembudidaya keramba di wilayah hilir. Kalau suplai bibit tersendat, mereka juga kena imbas,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa banyak indukan nila lokal berkualitas hilang karena terbawa arus banjir, dan hal ini akan mempengaruhi kualitas anakan di musim tanam berikutnya.

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Dinas Perikanan sebenarnya telah memiliki program perlindungan pembudidaya terdampak banjir. Dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kukar 2025, tercatat adanya alokasi untuk penguatan sentra pembibitan, termasuk bantuan indukan, pakan, dan perbaikan infrastruktur tambak. Namun, distribusi bantuan masih perlu dipercepat dan disesuaikan dengan kondisi lapangan.

Selain itu, berdasarkan informasi dari kukarkab.go.id, Kukar tengah mendorong penguatan sistem tanggap bencana berbasis desa. Program ini menekankan pada mitigasi sektor-sektor rentan, termasuk perikanan air tawar. Desa Ponoragan diharapkan bisa masuk dalam skema prioritas mengingat perannya yang vital dalam ekosistem perikanan Kukar.

Dukungan cepat dan terarah sangat dibutuhkan agar pembudidaya ikan nila di Ponoragan bisa kembali berproduksi. Pemulihan yang tepat akan memastikan pasokan bibit tetap stabil dan ketahanan ekonomi desa tidak terganggu dalam jangka panjang.

(Adv/DiskominfoKukar)

Baca juga

Bagikan:

Apa yang Anda cari?