Distriknews.co, Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara menargetkan pembangunan 14 unit Posyandu baru pada 2025. Program ini digerakkan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar untuk memperkuat akses layanan kesehatan dasar di wilayah desa dan terpencil.
Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Pengembangan Ekonomi Desa DPMD Kukar, A Riyandi Elvandar, menegaskan bahwa Posyandu adalah garda terdepan pelayanan kesehatan di tingkat desa. “Kami ingin memastikan tidak ada warga desa yang tertinggal dalam akses layanan dasar, terutama ibu hamil dan balita,” kata Riyandi.
Data dari kukarkab.go.id menunjukkan bahwa hingga 2024, terdapat lebih dari 700 Posyandu aktif di Kukar. Namun, masih ada desa yang belum memiliki fasilitas permanen dengan tenaga kader yang memadai. Hal ini menjadi dasar pemetaan pembangunan baru di 2025.
Riyandi menjelaskan, proses pembangunan Posyandu diawali dengan pemetaan berdasarkan kondisi geografis, jumlah penduduk, dan kebutuhan layanan. Selain fisik bangunan, DPMD juga menyiapkan pelatihan bagi kader Posyandu untuk meningkatkan kompetensi dalam pelayanan kesehatan.
“Yang dibangun bukan hanya bangunan. SDM yang mengelola Posyandu harus punya kemampuan yang baik agar pelayanan benar-benar bermanfaat,” jelasnya.
Fokus layanan Posyandu meliputi imunisasi, pemantauan tumbuh kembang anak, pemeriksaan kehamilan, serta edukasi gizi dan kesehatan lingkungan. Peningkatan kualitas ini penting mengingat Kukar masih menghadapi tantangan prevalensi stunting yang bervariasi di beberapa kecamatan.
Riyandi menambahkan bahwa Posyandu yang dibangun akan dilengkapi dengan peralatan dasar medis, ketersediaan imunisasi, serta dukungan logistik seperti alat timbang, pengukur tinggi badan, dan obat-obatan.
Menurut diskominfo.kukarkab.go.id, pemerintah juga mengintegrasikan program Posyandu dengan layanan berbasis digital untuk pencatatan dan pemantauan data balita. Langkah ini akan mempercepat respon dan intervensi kasus kesehatan sejak dini.
DPMD Kukar berharap pembangunan 14 Posyandu ini dapat memperkuat upaya promotif dan preventif di sektor kesehatan desa. Dengan pelayanan yang merata, target Kukar bebas stunting bisa lebih cepat tercapai.
(Adv/DiskominfoKukar)


