Distriknews.co, Kutai Kartanegara – Kelurahan Loa Ipuh memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat lewat pengelolaan sampah berbasis kawasan. Program ini melibatkan partisipasi masyarakat yang didorong melalui surat resmi ke setiap RT, serta rencana insentif anggaran untuk RT aktif dalam penanganan sampah.
Lurah Loa Ipuh, Erri Suparjan, menyampaikan bahwa surat penyuluhan telah diedarkan ke seluruh RT untuk mendorong keterlibatan warga aktif. “Kami fokus pada pengelolaan sampah dan sudah mengedarkan surat ke tiap RT untuk menggalakkan pengelolaan sampah. Nantinya akan ada dukungan anggaran bagi RT yang aktif,” ujarnya.
Sebagai langkah lanjutan, kelurahan merencanakan penerapan sanksi terhadap warga yang membuang sampah sembarangan. Koordinasi dengan pihak terkait tengah dilakukan agar aturan tersebut bisa diberlakukan secara konsisten. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan bersih, terutama menghindari tumpukan sampah di pinggir jalan.
Pengelolaan sampah juga diperkuat lewat pembangunan bank sampah berbasis kawasan bukan per RT, untuk efisiensi dan nilai ekonomis. Hingga kini, tercatat ada enam bank sampah aktif di wilayah Loa Ipuh, antara lain Bank Sampah Seroja di Selendring dan Roto Etam di Jalan Mangkuraja. Pendekatan ini berada sejalan dengan instruksi Bupati Kukar untuk membentuk bank sampah di setiap RT meskipun tahun ini program lebih menekankan pada penguatan yang sudah ada terlebih dahul.
DLHK Kukar mendukung penuh inisiatif semacam ini. Per Juni 2025, tercatat 55 bank sampah telah berdiri di Kukar, termasuk 10 di Kecamatan Tenggarong. Ini menunjukkan luasnya implementasi program pengelolaan sampah yang tidak hanya menyasar kawasan pusat kota, tetapi juga memperluas ke ruang komunitas lokal.
Seluruh upaya ini mencerminkan perubahan paradigma dalam pengelolaan sampah dari beban menjadi peluang. Sampah rumah tangga kini dipilah, dikumpulkan, hingga diolah menjadi kompos, kerajinan, atau produk lainnya yang bernilai ekonomis. Hal ini juga mendukung program One Zero Waste yang digencarkan Pemkab melalui DLHK.
Kelurahan Loa Ipuh berharap program ini membangun kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA, membuka peluang ekonomi dari hasil daur ulang, serta mendukung tujuan berkelanjutan yang lebih luas.
Dengan kolaborasi, kebijakan pendukung, serta partisipasi warga, Loa Ipuh tampil sebagai contoh nyata desa urban yang mendekatkan diri pada lingkungan sehat dan produktif.
(Adv/DiskominfoKukar)



