BUMDes Jembayan Tengah Fokus Kembangkan Beras Lokal Unggulan

redaksi

Ist.

Distriknews.co, Kutai Kartanegara – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jembayan Tengah, Kecamatan Loa Kulu, mulai menunjukkan geliat baru dengan mengembangkan usaha beras lokal sebagai produk unggulan desa. Setelah menjalani proses revitalisasi, BUMDes kini kembali aktif meski masih berada pada tahap awal pengembangan.

Kepala Desa Jembayan Tengah, Masnur, menyampaikan bahwa pihaknya tengah fokus pada pengelolaan beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat desa. “Kami baru saja merevitalisasi BUMDes. Saat ini fokus utama adalah pengelolaan beras sebagai produk utama,” ujar Masnur, Selasa (10/6/2025).

Namun, kapasitas produksi yang terbatas membuat BUMDes Jembayan Tengah belum bisa memenuhi permintaan pasar secara luas. Saat ini hasil panen hanya diprioritaskan untuk kebutuhan internal desa. Tantangan terbesar yang dihadapi adalah keterbatasan sumber daya manusia dan infrastruktur pengolahan beras.

“Permintaan dari luar sudah ada, bahkan dari Perum Bulog. Tetapi kami belum mampu menjawab kebutuhan tersebut karena keterbatasan kapasitas. Diperlukan waktu dan dukungan pemerintah agar produksi bisa lebih optimal,” jelas Masnur.

Menurut data dari laman resmi Dinas Ketahanan Pangan Kukar, sektor pertanian di Kukar memiliki kontribusi besar terhadap ketahanan pangan daerah. Program Optimalisasi Lahan (Oplah) yang dijalankan sejak 2023 telah membantu petani meningkatkan produksi padi. Jika program ini disinergikan dengan pengelolaan BUMDes, potensi beras lokal Jembayan Tengah bisa berkembang lebih cepat.

Masnur berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah, khususnya Dinas Ketahanan Pangan, agar BUMDes dapat mengakses fasilitas pengolahan modern dan memperluas pasar hingga ke luar Kukar. Hal ini sekaligus mendukung target pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan lokal.

Selain memperkuat ekonomi desa, keberadaan BUMDes juga menjadi wadah pemberdayaan masyarakat. Warga dilibatkan dalam rantai produksi mulai dari pengolahan hingga distribusi. Dengan cara ini, nilai tambah pertanian bisa kembali ke masyarakat desa.

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui program Kukar Idaman juga menekankan pentingnya pemberdayaan desa mandiri. Salah satu fokus utamanya adalah mendukung BUMDes agar mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa.

Masyarakat Jembayan Tengah optimistis, dengan kerja sama dan dukungan pemerintah, produk beras lokal tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan desa, tetapi juga berpeluang menembus pasar regional.

(Adv/DPMD/Kukar)

Baca juga

Bagikan:

Tags