Pemdes Prangat Selatan Sukses Membentuk Koperasi Merah Putih, Fokuskan Sektor Perkebunan

redaksi

Distriknews.co, Kutai Kartanegara – Pemerintah Desa Prangat Selatan, Kecamatan Marangkayu, resmi membentuk Koperasi Desa Merah Putih sebagai upaya memperkuat ekonomi masyarakat. Pembentukan ini berlangsung melalui Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) pada Selasa (27/5) dengan melibatkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan elemen masyarakat.

Kepala Desa Prangat Selatan, Sarkono, menyatakan pembentukan koperasi lahir dari proses demokrasi desa dan mendapatkan sambutan positif warga. Agus ditunjuk sebagai ketua, didampingi Ibu Linda mewakili perempuan dan unsur pemuda. Agus dikenal sebagai pengusaha muda di bidang transportasi dan sembako yang mandiri secara ekonomi.

Fokus awal koperasi akan mendukung sektor perkebunan, terutama penyerapan hasil karet warga. Selama ini, petani karet bergantung pada tengkulak yang menentukan harga sewenang-wenang. Dengan koperasi Merah Putih, petani diharapkan memperoleh harga lebih adil, misalnya satu kilogram karet bisa setara dengan satu kilogram beras.

Selain karet, koperasi akan menampung tandan buah segar (TBS) sawit, mengelola unit simpan pinjam, dan membuka grosir desa untuk penyediaan sembako. Grosir ini tidak bersaing dengan UMKM lokal, tetapi bertindak sebagai pemasok untuk mendukung toko-toko milik warga.

Koperasi juga akan membantu penyediaan pupuk bagi petani karet, sawit, dan hortikultura, yang selama ini harus membeli dari kota seperti Samarinda dan Bontang. Kehadiran koperasi diharapkan menjadi mitra BUMDes, bukan pesaing, memperkuat peran lembaga ekonomi desa.

BUMDes Prangat Selatan sendiri telah menyumbang PAD sebesar Rp114 juta pada tahun sebelumnya. Kehadiran koperasi diharapkan menambah kontribusi terhadap pembangunan desa sekaligus menciptakan peluang ekonomi bagi warga lokal.

Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Pengembangan Ekonomi Desa DPMD Kukar, Asmi Riyandi Elvandar, menyampaikan apresiasi atas semangat Prangat Selatan. Ia menyebut pembentukan koperasi Merah Putih menjadi bagian dari program percepatan ekonomi di 237 wilayah di Kukar, termasuk 193 desa dan 44 kelurahan.

Meski terdapat syarat minimal 500 jiwa dari Kemendes, Elvandar menegaskan hal tersebut tidak lagi menjadi penghambat. Dengan dukungan warga, semangat gotong royong, dan kepengurusan yang enerjik, koperasi Merah Putih di Prangat Selatan diharapkan menjadi penggerak ekonomi desa yang berkelanjutan.

(Adv/DPMD/Kukar)

Baca juga

Bagikan:

Tags