Distriknews.co, Kutai Kartanegara – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kutai Kartanegara menuntaskan tahapan awal pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes MP) di seluruh wilayah Kukar. Hingga 28 Mei 2025, sebanyak 237 desa dan kelurahan telah menyelenggarakan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) sebagai langkah awal pendirian koperasi tersebut.
Kepala DPMD Kukar, Arianto, mengatakan bahwa pelaksanaan Musdesus telah dimulai sejak awal Mei dan berjalan sesuai target nasional. “Alhamdulillah, seluruh Musdesus di 193 desa dan 44 kelurahan sudah terlaksana. Artinya, 100 persen wilayah Kukar telah memulai pembentukan Kopdes MP,” jelasnya Kamis (29/05/2025).
Tahap berikutnya yang tengah menjadi fokus DPMD adalah pengawalan proses legalisasi koperasi. Ini meliputi pengurusan akta notaris, perizinan usaha, dan pendaftaran secara daring agar koperasi bisa segera beroperasi secara resmi.
Dari data resmi pemerintah Kukar, 153 desa telah memasuki tahap pengurusan akta notaris, sementara 4 desa telah mendapatkan SK berbadan hukum. Sisanya masih dalam proses administrasi. Arianto menekankan bahwa legalitas ini penting agar koperasi bisa berfungsi optimal, termasuk mengakses bantuan modal dari pemerintah pusat.
Program Kopdes Merah Putih merupakan inisiatif nasional yang bertujuan membentuk koperasi produktif sebagai motor penggerak ekonomi lokal di setiap desa dan kelurahan. Dengan keanggotaan yang melibatkan masyarakat secara aktif, semua kegiatan usaha akan berjalan terbuka dan demokratis.
“Dengan legalitas yang sah, koperasi ini nantinya bisa menjalankan berbagai unit usaha yang mendukung ekonomi desa. Kami ingin Kopdes MP menjadi wadah pemberdayaan ekonomi rakyat yang nyata—membuka peluang usaha, mengurangi kemiskinan, dan mendorong kemandirian desa,” tambah Arianto.
DPMD Kukar juga menargetkan seluruh koperasi siap ikut peluncuran nasional bersama Presiden Prabowo pada Juli 2025. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperlihatkan kesiapan Kukar dalam membangun ekosistem ekonomi desa yang modern dan profesional.
Dengan telah terbentuknya 237 koperasi, Arianto menegaskan komitmen DPMD untuk terus mendampingi Kopdes MP agar berjalan mandiri dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Program ini juga sejalan dengan target pembangunan ekonomi desa yang tertuang dalam RPJMD Kukar 2023–2028.
Pendampingan meliputi pelatihan manajemen, pendirian unit usaha produktif, serta pemantauan rutin agar koperasi mampu bersinergi dengan BUMDes dan usaha lokal lainnya. DPMD yakin pendekatan ini akan menciptakan koperasi yang profesional, transparan, dan berdaya saing tinggi.
(Adv/DPMD/Kukar)



