Distriknews.co, Kutai Kartanegara – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, hadir dalam Musyawarah Desa (Musdes) Khusus di Desa Loa Janan Ulu, Kecamatan Loa Janan, Selasa (27/05), untuk mendukung pembentukan Koperasi Merah Putih. Langkah ini dinilai strategis dalam memperkuat ekonomi berbasis desa.
Arianto menjelaskan, program Koperasi Merah Putih merupakan arahan pemerintah pusat melalui Kementerian Koperasi dan UKM, bertujuan mendorong kemandirian desa melalui usaha kolektif yang dikelola masyarakat. “Program ini penting untuk meningkatkan kesejahteraan warga dan mendorong ekonomi lokal,” ujarnya.
Musdes dihadiri perangkat desa, BPD, perwakilan masyarakat, pendamping desa, dan pihak kecamatan. Forum ini membahas tahapan pendirian koperasi mulai dari dokumen administrasi hingga musyawarah resmi yang sah secara hukum.
Lima pengurus awal Koperasi Merah Putih Desa Loa Janan Ulu telah terpilih dan disahkan melalui berita acara Musdes. Mereka akan memimpin koperasi dalam mengelola berbagai unit usaha.
Jenis usaha yang direncanakan meliputi toko desa, distribusi LPG, penyaluran pupuk melalui mitra suplier, dan unit pertamini. Arianto menekankan integrasi penuh dengan BUMDes agar aktivitas ekonomi desa berjalan sinergis dan tidak tumpang tindih.
Tahapan berikutnya meliputi pengurusan legalitas melalui akta notaris, pendataan anggota, dan penyusunan rencana usaha koperasi yang menyeluruh. Hal ini bertujuan agar koperasi segera beroperasi dengan status hukum resmi dan profesional.
Desa Loa Janan Ulu menjadi desa ke-7 dari 8 desa di Kecamatan Loa Janan yang membentuk Koperasi Merah Putih. Desa Batuah dijadwalkan menyusul, sehingga kecamatan ini menargetkan 100% desa memiliki koperasi aktif.
Arianto menegaskan, Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi desa, membuka peluang usaha baru, mendukung pertanian, perdagangan, dan usaha mikro, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Program ini sejalan dengan target DPMD Kukar untuk menjadikan seluruh desa mandiri dan produktif melalui koperasi, BUMDes, dan partisipasi aktif warga, sesuai data pemerintah Kutai Kartanegara yang mendukung pengembangan ekonomi desa berkelanjutan.
(Adv/DPMD/Kukar)


