Distriknews.co, Kutai Kartanegara – Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara (Dispar Kukar) terus mendorong pengembangan ekonomi kreatif sebagai bagian dari strategi memperkuat sektor pariwisata. Salah satu upaya nyata dilakukan melalui Forum Group Discussion (FGD) yang digelar di Kecamatan Kota Bangun, dihadiri oleh pelaku ekonomi kreatif, Pokdarwis, BUMDES, dan pemangku kepentingan terkait.
Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda, menjelaskan bahwa FGD ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam mengenai ekonomi kreatif dan perbedaannya dengan UMKM biasa. “Kami ingin pelaku ekonomi kreatif memahami fungsinya dalam mendukung subsektor kreatif di kecamatan, sekaligus memperkenalkan program prioritas seperti Kredit Kukar Idaman dan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI),” ujarnya, Senin (30/6/2025).
FGD ini mendapat sambutan positif. Zikri menekankan bahwa koordinasi antara pelaku ekonomi kreatif dengan pemerintah setempat di Kota Bangun masih perlu ditingkatkan. “Setelah FGD ini, mereka mulai paham bahwa ekonomi kreatif bertujuan menaungi berbagai subsektor kreatif, serta mendorong kolaborasi dengan Pokdarwis, BUMDES, dan kecamatan,” tambahnya.
Sebagai contoh keberhasilan, Zikri menyoroti Kecamatan Loa Janan, di mana Pokdarwis bekerja sama dengan Dispar Kukar mengembangkan potensi seni pertunjukan. Event bertajuk Tiba-Tiba Ada Panggung berhasil melibatkan pihak swasta dan menggunakan bantuan alat sound system dari pemerintah. Hal ini menjadi bukti kolaborasi yang solid dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di tingkat lokal.
FGD selanjutnya akan dilaksanakan di beberapa kecamatan lain, termasuk Loa Janan, dengan fokus memberikan pemahaman menyeluruh tentang ekonomi kreatif sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2022 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif. Peserta akan dibekali pengetahuan mulai dari pendanaan, strategi pemasaran, hingga perlindungan HAKI.
Zikri menegaskan bahwa keterlibatan generasi muda sangat penting. “Kami ingin ekonomi kreatif menjadi rumah bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, menciptakan karya bermanfaat, dan membuka lapangan pekerjaan baru,” katanya.
Langkah ini sejalan dengan program pemerintah daerah yang menekankan sinergi antara pariwisata, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi erat antara Dispar, Pokdarwis, BUMDES, dan pelaku kreatif diharapkan mampu memperkuat daya tarik pariwisata Kukar secara berkelanjutan.
Dengan pemahaman yang semakin luas dan dukungan pemerintah, pelaku ekonomi kreatif dapat memanfaatkan potensi daerah, mendorong pariwisata lokal, dan memperkuat ekonomi masyarakat secara nyata.
(Adv/Disparkukar)



