Sistem “Jemput Bola” untuk Capai Visi “Mahardika Desa” dari Desa Kota Bangun III

redaksi

Distriknews.co, Kutai Kartanegara – Pemerintah Desa Kota Bangun III menerapkan sistem jemput bola untuk memastikan pelayanan kesehatan balita berjalan maksimal. Kepala Desa Lilik Hendrawanto menyatakan, Jumat (19/09/2025), kader posyandu berkeliling ke rumah warga jika ada balita yang tidak hadir pada kegiatan timbang rutin.

“Target kami 100 persen balita harus terlayani. Kalau ada yang tidak hadir, kader langsung mendatangi rumahnya. Jadi tidak ada alasan anak tidak ditimbang,” ujar Lilik. Sistem ini dinilai efektif dalam memantau tumbuh kembang anak di desa.

Menurut data Dinas Kesehatan Kutai Kartanegara, metode jemput bola dapat meningkatkan cakupan posyandu hingga 95 persen dibanding pola konvensional. Hal ini mendukung upaya desa dalam menekan angka stunting dan memastikan gizi anak terpenuhi.

Selain fokus pada kesehatan, Lilik menekankan pentingnya perhatian khusus dari pemerintah kabupaten untuk menyesuaikan bantuan dengan kebutuhan masing-masing desa. “Potensi desa berbeda-beda. Jangan semua disamaratakan. Harapan kami ada pemetaan yang jelas agar bantuan tepat sasaran,” jelasnya.

Ia mencontohkan Kota Bangun III lebih cocok dikembangkan sebagai pusat perdagangan dan jasa meski pusat pemerintahan kecamatan berada di Gedang Ipil. Pembangunan ruko, kios pasar, dan fasilitas perdagangan diyakini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Lilik menekankan perlunya forum musrenbang yang benar-benar membaca dan menindaklanjuti usulan desa. Ia mengingatkan sering kali bantuan yang diberikan tidak sesuai proposal desa. “Tolong lebih jeli membaca usulan desa. Siapa lagi yang lebih tahu kebutuhan masyarakat kalau bukan desa itu sendiri,” tegasnya.

Sinergi antara desa dan pemerintah kabupaten dianggap kunci dalam mencapai visi Mahardika Desa Kota Bangun III, yakni Mandiri, Harmonis, Demokratik, Religius, Kreatif, dan Aktif. Dengan pendekatan terintegrasi, desa optimistis kesehatan anak dan pembangunan ekonomi bisa berjalan seiring.

Kegiatan posyandu jemput bola ini menjadi contoh inovasi pelayanan publik desa yang bisa diterapkan di wilayah lain di Kutai Kartanegara untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sejak usia dini.

(Adv/DPMD/Kukar)

Baca juga

Bagikan:

Tags