Distriknews.co, KUTAI KARTANEGARA – Dukungan terhadap aparatur di tingkat rukun tetangga (RT) terus berjalan di Desa Loa Lepu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Insentif RT untuk tiga bulan disebut telah dibayarkan, sementara pemerintah desa kini menunggu realisasi dana program RT-Ku Terbaik.
Kepala Desa Loa Lepu, Sumali, mengatakan pembayaran insentif RT telah direalisasikan. Menurutnya, insentif tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan bagi RT dalam menjalankan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.
“Yang berjalan baru insentif RT. Itu kemarin selama tiga bulan, kalau tidak salah, sudah terbayarkan,” kata Sumali, Rabu (23/9/2026).
Sementara itu, pelaksanaan program RT-Ku Terbaik di Desa Loa Lepu masih menunggu pencairan dana. Sumali menyebut anggaran program tersebut sebelumnya direncanakan cair pada September, tetapi hingga saat ini belum diterima.
“Untuk sementara ini, dananya belum turun. Program RT-Ku Terbaik ini, pencairannya kemarin kan bulan September, tetapi sampai saat ini belum ada,” ujarnya.
Meski program belum dapat dilaksanakan, kegiatan di tingkat RT tetap berjalan. Salah satunya melalui gotong royong rutin yang dilaksanakan masyarakat setiap bulan.
“Jadi, kegiatan di RT baru sebatas gotong royong rutin setiap bulan. Baru itu saja. Program-program lainnya belum bisa dilaksanakan,” jelas Sumali.
Sumali mengatakan pemerintah desa masih menunggu kepastian mengenai pencairan dana program tersebut. Ia juga belum mengetahui secara pasti penyebab anggaran RT-Ku Terbaik belum turun.
“Kita belum tahu juga. Apakah karena dampak dari keterbatasan anggaran, itu juga bisa. Namun, sampai saat ini program RT memang belum berjalan,” ungkapnya.
Menurut Sumali, pembayaran insentif RT yang telah direalisasikan menunjukkan dukungan terhadap keberadaan RT tetap berjalan meskipun program pembangunan berbasis RT belum dapat dilaksanakan.
Ia berharap program RT-Ku Terbaik dapat segera direalisasikan setelah anggarannya tersedia. Dengan demikian, RT di Desa Loa Lepu dapat menjalankan program yang telah disiapkan sesuai kebutuhan masyarakat di lingkungan masing-masing.
Saat ini, pemerintah desa bersama RT masih menjalankan kegiatan yang dapat dilakukan tanpa menunggu anggaran program, terutama gotong royong rutin. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kebersamaan dan pelayanan di lingkungan masyarakat.
Sumali berharap dukungan terhadap RT dapat terus berjalan sehingga peran RT dalam membantu pemerintah desa memberikan pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.
“Namun, sampai saat ini program RT memang belum berjalan,” pungkasnya.
Reporter: Muhammad Zailany


