Erau 2027 Ditargetkan Lebih Semarak, Pemkab Kukar Gandeng Pemprov hingga Kementerian

Muhammad Zailany

Distriknews.co, TENGGARONG – Prosesi Merebahkan Pinang Ayu menandai berakhirnya rangkaian sakral Erau Adat Kutai 2026. Prosesi tersebut dihadiri Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) dr. Aulia Rahman Basri bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Museum Mulawarman, Tenggarong, Senin (28/9/2026).

Prosesi dipimpin langsung Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21, H. Aji Muhammad Arifin. Sejumlah pejabat daerah turut didaulat untuk ikut merebahkan tiang ayu bersama Sultan, di antaranya Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar, Dandim 0906 Kukar Letkol Arm. Benny Budiman, Kajari Kukar Aji Kalbu Pribadi, serta kerabat Kesultanan Kutai.

Merebahkan Pinang Ayu merupakan ritual sakral yang menjadi penutup rangkaian adat Erau setelah tiang ayu berdiri selama sepekan. Dalam tradisi masyarakat Kutai, tiang ayu melambangkan pohon kehidupan sekaligus simbol kehadiran Sultan dalam pelaksanaan Erau. Rebahnya tiang tersebut menandakan seluruh rangkaian ritual adat telah dituntaskan.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, prosesi penurunan Pinang Ayu menjadi penanda selesainya tahapan sakral dalam perayaan Erau Adat Kutai 2026.

Ia menjelaskan, setelah prosesi tersebut, Sultan kembali diperbolehkan menginjakkan kaki di tanah. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ziarah ke makam para Sultan atau Raja Kutai, sebelum mengikuti Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kukar dalam rangka memperingati hari jadi Kota Tenggarong ke-244.

“Karena ini merupakan bagian dari rangkaian keseluruhan erau adat Kutai 2026, dan kita akan menyelesaikan seluruh tahapan ini sehingga menjadi suatu rangkaian yang utuh dan tidak terpisahkan satu dengan yang lainnya,” ujarnya.

Aulia juga menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Erau tahun ini. Menurutnya, antusiasme masyarakat dan jumlah pengunjung menjadi salah satu hal yang menonjol dalam penyelenggaraan festival budaya tersebut.

Pemerintah Kabupaten Kukar pun berencana meningkatkan kemeriahan Erau pada 2027 mendatang. Sejumlah pihak disebut telah menyatakan komitmen untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut, mulai dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Kementerian Pariwisata, Kementerian Kebudayaan, hingga badan usaha milik daerah (BUMD) di lingkungan Pemkab Kukar.

“Kita berharap ini yang akan kita coba orkestrasi untuk tahun 2027 sehingga bisa lebih semarak lagi, tanpa meninggalkan sisi sakralitas dari Erau itu sendiri,” harapnya.

Ia menegaskan, pengembangan Erau ke depan akan difokuskan pada sisi seremonial agar lebih meriah dan melibatkan masyarakat secara luas, tanpa mengurangi nilai sakral yang menjadi inti tradisi tersebut.

“Karena sakralnya tetap kita jaga dan sisi seremonial itu yang bisa kita kembangkan, dan untuk bisa terlihat lebih semarak dan tentunya lebih terasa dimiliki oleh warga masyarakat Kukar,” tambahnya. (Adv)

Reporter: Muhammad Zailany | Penyunting: Fachrizal Muliawan

Baca juga

Bagikan:

Apa yang Anda cari?