Distriknews.co, Kutai Kartanegara – Kecamatan Samboja, yang telah masuk dalam kawasan delineasi Ibu Kota Nusantara (IKN), hingga kini masih mengandalkan pembangunan dari Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Meski statusnya strategis, infrastruktur fisik di wilayah ini belum tersentuh secara langsung oleh pemerintah pusat.
Camat Samboja, Damsik, menegaskan bahwa sejauh ini kontribusi pusat lebih fokus pada pelatihan dan pemberdayaan sumber daya manusia (SDM). Sementara seluruh pembangunan infrastruktur tetap ditopang penuh oleh Pemkab Kukar. “Untuk fisik, belum ada. Semua pembangunan infrastruktur di Samboja masih ditangani Pemkab Kukar. Pemerintah pusat baru memberikan pelatihan SDM,” ungkapnya.
Menurut data yang dihimpun, ada 13 desa di Samboja serta sebagian wilayah Kecamatan Muara Jawa dan Samboja Barat yang masuk peta strategis IKN. Namun, belum ada keputusan final mengenai alih kelola dari kabupaten ke pusat. Damsik menyebutkan pembahasan memang sudah dilakukan, tetapi seluruh tanggung jawab pembiayaan masih menjadi kewenangan Pemkab Kukar.
Meski menghadapi ketidakpastian, Pemkab Kukar terus mempercepat pembangunan infrastruktur. Salah satu prioritas saat ini adalah perbaikan Jalan Poros Balikpapan-Handil yang ditangani Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Timur. Di sisi lain, pembangunan jalan lingkungan juga berjalan di Desa Bukit Raya dan Beringin Agung.
Di bidang pendidikan, langkah nyata ditunjukkan melalui percepatan renovasi tiga sekolah dasar yang semula dijadwalkan pada 2026, namun dimajukan menjadi 2025. “Perkembangannya sudah tampak di lapangan. Kami sangat terbantu dengan perhatian Pemkab Kukar dan provinsi,” ujar Damsik.
Berdasarkan informasi dari laman resmi Pemkab Kukar, sektor pendidikan menjadi salah satu fokus utama pembangunan daerah. Kukar berkontribusi signifikan terhadap penyediaan tenaga kerja berkualitas yang akan mendukung keberadaan IKN. Upaya peningkatan fasilitas pendidikan di Samboja dinilai penting untuk mempersiapkan generasi muda yang siap bersaing.
Selain itu, pemerintah kecamatan juga memprioritaskan program pembangunan saluran air dan sarana publik lainnya. Damsik menegaskan pihaknya akan terus mengawal pelaksanaan proyek strategis tersebut agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
“Selama belum ada intervensi langsung dari proyek IKN, kami pastikan pelayanan dan pembangunan tetap berjalan maksimal. Sinergi pemerintah kecamatan, kabupaten, dan provinsi menjadi kunci dalam mengejar ketertinggalan infrastruktur Samboja,” tegasnya.
Dengan langkah ini, Pemkab Kukar ingin memastikan Samboja tidak tertinggal dalam momentum pembangunan IKN. Harapannya, dukungan konkret dari pemerintah pusat dapat segera hadir sehingga percepatan pembangunan wilayah berjalan lebih merata.
(Adv/DiskominfoKukar)



