Distriknews.co, Kutai Kartanegara – Upaya memperkuat ekonomi desa di Kutai Kartanegara terus dilakukan melalui pengembangan koperasi berbasis masyarakat. Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DPPKUKM) Provinsi Kalimantan Timur bersama DiskopUKM Kukar menggelar kegiatan sosialisasi dan pembinaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes) di Balai Pertemuan Umum (BPU) Tenggarong pada Kamis, 21 Agustus 2025.
Plt Kepala DiskopUKM Kukar, Taufiq Zulfiannur, menyampaikan bahwa koperasi desa harus mampu mengembangkan potensi lokal. Ia mencontohkan kerajinan dari daur ulang sampah yang ditampilkan dalam kegiatan sebagai peluang usaha yang menjanjikan sekaligus solusi lingkungan. “Silakan kepala desa dan koperasi ikut terlibat, karena kami akan mendampingi bersama komunitas koperasi,” kata Taufiq.
Menurut Taufiq, pelatihan ini tidak berhenti pada tahap sosialisasi. Pemerintah daerah berkomitmen melakukan pendampingan dan pembinaan lanjutan hingga ke tingkat kecamatan. Ia menegaskan, keterlibatan desa dan koperasi sangat penting untuk mewujudkan koperasi yang mandiri dan berdaya saing.
Kepala DPPKUKM Kaltim, Heni Purwaningsih, menambahkan bahwa koperasi harus dipahami sebagai badan usaha profesional, bukan sekadar lembaga formalitas. “Koperasi diharapkan memberi kesejahteraan bagi masyarakat. Pengurus dan pengawas yang dipilih desa harus mampu memetakan usaha yang tepat dan memberi keuntungan,” tegasnya.
Heni menjelaskan, pemerintah provinsi bersama kabupaten akan mendampingi koperasi dari perencanaan bisnis, kemitraan dengan BUMN dan BUMD, hingga peluang ekspor. Targetnya, pada 28 November 2025, semua koperasi desa sudah beroperasi penuh.
Antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah peserta yang hadir melebihi undangan. Dari dua perwakilan tiap koperasi yang diundang, peserta yang datang membludak. Menurut Taufiq, hal ini menunjukkan semangat masyarakat desa untuk mengembangkan usaha bersama koperasi.
Dalam laman resmi Pemkab Kukar, pemerintah menekankan bahwa koperasi menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung kemandirian UMKM desa. Tercatat ada 193 desa dan 44 kelurahan di Kukar yang berpotensi mengembangkan koperasi sesuai potensi wilayah, mulai dari sektor pertanian, perikanan, hingga industri kreatif.
Melalui program Kopdes Merah Putih, pemerintah berharap koperasi tidak hanya hadir sebagai wadah usaha, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing UMKM lokal, serta mendorong kemandirian ekonomi desa di Kutai Kartanegara.
(Adv/DPMD/Kukar)



