Distriknews.co Tenggarong – Kawasan Tangga Arung Square di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menunjukkan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) setelah satu bulan resmi beroperasi. Sejak dibuka pada 5 Januari hingga 5 Februari 2025, berbagai aktivitas ekonomi di kawasan tersebut tercatat memberikan pemasukan bagi kas daerah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, Sayyid Fathullah, menyampaikan bahwa seluruh kegiatan usaha yang berlangsung di Tangga Arung Square telah diatur sebagai objek PAD sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2025.
“Semua aktivitas di Tangga Arung Square ini berkontribusi pada PAD. Mulai dari penyewaan booth, wahana permainan anak-anak, sampai pengamen yang tampil di kawasan ini juga kami tarik PAD-nya,” ujar Sayyid Fathullah, Jumat (6/2/2026).
Selama satu bulan berjalan, aktivitas ekonomi di kawasan tersebut terbilang cukup beragam. Selain booth usaha kuliner dan UMKM, terdapat pula showroom kendaraan, permainan anak, hingga hiburan jalanan yang secara keseluruhan menjadi sumber penerimaan daerah.
Namun demikian, Disperindag Kukar mengakui bahwa kontribusi PAD dari kawasan tersebut belum maksimal. Hal ini disebabkan masih banyaknya kios permanen yang belum beroperasi serta area parkir yang belum optimal dimanfaatkan sebagai sumber pendapatan.
Kontribusi PAD terbesar dalam waktu dekat diproyeksikan berasal dari pelaksanaan Bazar Ramadan di Tangga Arung Square. Kegiatan tersebut diperkirakan melibatkan sekitar 200 pelaku usaha dan ditargetkan mampu menghasilkan PAD hingga Rp48 juta.
“Bazar Ramadan menjadi salah satu potensi terbesar. Dari situ saja, estimasi PAD bisa mencapai sekitar Rp48 juta,” jelasnya.
Secara keseluruhan, Pemerintah Kabupaten Kukar menargetkan PAD dari kawasan Tangga Arung Square dapat mencapai Rp1 miliar pada tahun ini. Target tersebut akan dikejar melalui optimalisasi seluruh area yang tersedia agar tidak ada aset pemerintah yang menganggur.
“Kami ingin semua area yang sudah disiapkan pemerintah benar-benar produktif dan memberi manfaat ekonomi bagi daerah,” tegas Sayyid.
Sementara itu, Camat Tenggarong, Sukono, memastikan biaya lapak bagi pedagang Pasar Ramadan di Tangga Arung Square tetap sama seperti tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp1 juta per petak. Biaya tersebut sudah termasuk fasilitas tenda dan satu meja.
“Rp1 juta itu sama seperti tahun lalu. Tenda yang disiapkan ukurannya antara 3×4 meter sampai 4×4 meter, sudah cukup untuk pedagang takjil dan makanan berbuka,” kata Sukono.
Ia menambahkan, pemerintah kecamatan hanya menyiapkan lokasi, sementara pengelolaan teknis serta pembiayaan lainnya sepenuhnya menjadi kewenangan pengelola Tangga Arung Square. Kawasan tersebut dinilai mampu menampung hingga 200 pedagang, menyesuaikan dengan jumlah pendaftar yang masuk


