KUTAI KARTANEGARA– Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan komitmennya dalam pengentasan kemiskinan. Kepala Bidang Perencanaan dan Penempatan Tenaga Kerja, Syarifah Rosita, bersama tim Rumah Besar Pengentasan Kemiskinan (RBPK), menghadiri workshop yang diinisiasi oleh Bappeda di Bogor.
Workshop ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antarinstansi dalam pelaksanaan program pengentasan kemiskinan ekstrem, sekaligus memastikan semua data penerima manfaat program terinput secara akurat dalam aplikasi RBPK.
Salah satu fokus utama workshop adalah penginputan data By Name By Address (BNBA) penerima manfaat tahun 2023 dan 2024, termasuk data Program Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) dan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Proses ini memungkinkan pelacakan jumlah penerima manfaat hingga tingkat desa, memastikan program yang dijalankan tepat sasaran.

“Kami berhasil menyelesaikan penginputan data dengan akurat, sehingga mempermudah pemantauan dan evaluasi program di setiap desa dan kecamatan. Data ini menjadi dasar penting untuk mendukung pengambilan keputusan yang berbasis fakta,” jelas Syarifah Rosita.
Selain penginputan data, workshop ini juga menjadi ajang kolaborasi antarinstansi, yang diharapkan dapat memperkuat pelaporan serta pelaksanaan program pengentasan kemiskinan yang lebih terintegrasi.
Syarifah menambahkan bahwa tim RBPK Kukar, yang sudah mendapatkan Surat Keputusan (SK) dari Bupati, tengah menunggu finalisasi dokumen administratif untuk memperkuat peran mereka. “Kami optimis dengan sinergi yang terjalin dan dukungan data yang akurat, target penghapusan kemiskinan ekstrem di Kukar dapat tercapai,” ujarnya.
Workshop ini menegaskan pentingnya pendekatan berbasis data dalam percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem dan menjadi langkah konkret Distransnaker Kukar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(adv)


