Penjualan Hewan Kurban di Tenggarong Menurun, Pedagang Kurangi Stok Sapi dan Kambing

redaksi

Distriknews.co Kutai Kartanegara – Penjualan hewan kurban di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tahun 2026 diperkirakan mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Kondisi tersebut membuat sejumlah pedagang memilih mengurangi stok sapi maupun kambing yang disiapkan menjelang Hari Raya Iduladha.

Salah satunya terlihat di lapak penjualan hewan kurban Mitra Abadi yang berada di Jalan Ahmad Dahlan RT 07, Kelurahan Sukarame, Kecamatan Tenggarong, Rabu (20/5/2026).

Pemilik lapak, Jo, mengatakan saat ini stok hewan kurban yang tersedia masih didominasi sapi Bali dengan jumlah sementara sekitar 18 ekor. Selain sapi, pihaknya juga menyediakan kambing kurban dalam jumlah terbatas.

“Untuk kurban tahun 2026 ini, sementara yang datang ada kisaran 18 ekor sapi,” ujarnya.

Sementara untuk kambing, jumlah yang tersedia saat ini sekitar sembilan ekor. Namun, pihaknya masih membuka kemungkinan adanya tambahan stok dalam beberapa waktu ke depan.

“Kambing yang datang masih sembilan ekor, mungkin nanti ada tambahan lagi beberapa, kisaran jadi lima belasan ekor,” katanya.

Jo menjelaskan harga sapi kurban tahun ini masih relatif stabil dan tidak mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya. Harga sapi yang dijual berkisar mulai Rp18 juta hingga Rp23 juta per ekor, tergantung ukuran dan bobot hewan.

“Sapi di sini mulai dari Rp18 juta sampai Rp23 juta,” jelasnya.

Sedangkan untuk kambing, harga dijual mulai Rp4 juta hingga Rp6,5 juta per ekor. Harga tersebut disesuaikan dengan ukuran dan kondisi hewan.

Menurut Jo, sebagian besar hewan kurban yang dijual berasal dari peternak lokal dan sebagian lainnya didatangkan dari luar daerah, khususnya jenis sapi Bali.

“Biasanya kami ambil dari petani-petani juga. Ada yang lokal, sebagian ada yang ambil dari sapi Bali,” ujarnya.

Meski penjualan mulai berjalan, Jo mengaku jumlah stok tahun ini jauh lebih sedikit dibanding tahun lalu. Pada Iduladha 2025, lapaknya mampu menyediakan lebih dari 40 ekor sapi dan sekitar 50 ekor kambing.

“Kalau kemarin banyak, sekitar 40-an ekor sapi. Kalau kambing sekitar 50-an lebih,” katanya.

Ia menilai penurunan stok dilakukan karena pihaknya masih melihat kondisi pasar dan daya beli masyarakat tahun ini yang dinilai belum sepenuhnya stabil.

“Kalau lihat tahun ini sepertinya ada penurunan dibanding tahun kemarin, jadi kami belum berani tambah stok lagi. Sementara habiskan yang ada dulu,” ucapnya.

Meski demikian, penjualan hewan kurban mulai menunjukkan pergerakan. Dari total stok yang tersedia, sekitar 10 ekor sapi dilaporkan sudah terjual kepada pembeli dari berbagai wilayah.

“Yang sudah laku 10 ekor,” ujarnya.

Mayoritas pembeli berasal dari wilayah Tenggarong. Namun, ada juga pemesan dari luar kecamatan seperti Kembang Janggut yang memesan sapi berukuran besar atau jumbo.

Selain penjualan, pihak pedagang juga menunggu pemeriksaan kesehatan hewan kurban dari pemerintah daerah untuk memastikan kondisi ternak layak dijual dan aman dikonsumsi masyarakat.

“Katanya sudah ada kabar, bentar lagi langsung sama Bupatinya juga. Biasanya H-3 atau H-4 langsung ke sini buat cek kesehatan,” pungkasnya.

Penulis: Muhammad Zailany

Baca juga

Bagikan:

Apa yang Anda cari?