Mudik Lewat Sungai, Pemudik Tenggarong Pilih Kapal Demi Kenyamanan Perjalanan ke Melak

redaksi

Distriknews.co TENGGARONG – Moda transportasi air masih menjadi pilihan bagi sebagian masyarakat Kutai Kartanegara dalam melakukan perjalanan mudik Lebaran. Selain menjadi alternatif, perjalanan menggunakan kapal dinilai memberikan kenyamanan tersendiri, terutama bagi mereka yang hendak menuju wilayah hulu seperti Melak.

Di tengah aktivitas penumpang yang menunggu sandarnya kapal di dermaga, suasana mudik terlihat tidak terlalu padat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Meski demikian, sejumlah warga tetap memilih jalur sungai sebagai sarana untuk kembali ke kampung halaman.

Salah satu pemudik, Hendra, mengaku memilih menggunakan kapal untuk pulang ke Melak bersama istrinya, Mira. Ia mengatakan perjalanan mudik menjadi momen penting untuk berkumpul bersama keluarga saat Hari Raya Idulfitri.

“Saya Hendra, bersama istri saya Mira dari Tenggarong. Kami mau mudik ke Melak karena momen Lebaran, ingin pulang dan bertemu orang tua,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Kamis (19/3/2026).

Menurutnya, alasan utama memilih transportasi air adalah faktor kenyamanan. Ia menilai perjalanan dengan kapal jauh lebih santai dibandingkan harus menempuh perjalanan darat yang cukup melelahkan.

“Karena lebih santai, bisa duduk, tidur, dan istirahat. Sebenarnya ada opsi pakai mobil, tapi tidak kuat di perjalanan darat,” jelasnya.

Hendra menuturkan bahwa dirinya sudah cukup sering menggunakan kapal untuk bepergian ke kampung halaman. Moda transportasi ini bahkan sudah menjadi pilihan utama setiap kali memasuki momen mudik maupun kunjungan keluarga.

Ia menyebutkan, kampung halamannya berada di kawasan Sumber Sari, Melak, di mana kedua orang tuanya telah menunggu untuk merayakan Lebaran bersama. Perjalanan menggunakan kapal diperkirakan memakan waktu cukup lama hingga belasan jam.

“Kalau pakai kapal, biasanya sampai sekitar jam tiga dini hari. Kalau balik ke Tenggarong biasanya lebih cepat, pagi sudah sampai,” ungkapnya.

Dari sisi biaya, Hendra menilai harga tiket kapal masih cukup terjangkau bagi masyarakat. Ia menyebut harga tiket berkisar antara Rp180 ribu hingga Rp200 ribu per orang.

Untuk keberangkatan kali ini, tiket telah dipesan lebih dulu oleh istrinya beberapa hari sebelumnya. Sementara dirinya baru membeli tiket sehari sebelum keberangkatan dan masih mendapatkan tempat.

“Istri beli duluan hari Senin. Saya menyusul karena belum pasti ikut, baru beli kemarin dan masih dapat tiket,” tuturnya.

Ia juga membandingkan kondisi arus mudik tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, pada tahun-tahun lalu tiket kapal biasanya cepat habis karena tingginya minat masyarakat.

“Kalau dibanding tahun-tahun lalu, biasanya penuh. Sekarang masih ada tiket,” pungkasnya.

Meski tidak seramai sebelumnya, moda transportasi air tetap menjadi pilihan bagi sebagian pemudik yang mengutamakan kenyamanan dan pengalaman perjalanan yang lebih santai dalam menyambut Hari Raya Idulfitri.

Penulis: Muhammad Zailany

Baca juga

Bagikan:

Apa yang Anda cari?