Distriknews.co Kutai Kartanegara – Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, secara resmi membuka Festival Budaya Kutai Adat Lawas Nutuk Beham yang digelar selama tiga hari, 23–25 April 2026, di Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun Darat, Kamis (23/4/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, serta jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, termasuk perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Kalimantan Timur. Festival ini menjadi salah satu agenda budaya tahunan yang menampilkan kearifan lokal masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Aulia menegaskan bahwa tradisi Nutuk Beham bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan bagian penting dari identitas budaya masyarakat Kutai Kartanegara yang sarat nilai historis.
“Nutuk Beham adalah bagian dari identitas budaya kita. Ini bukan sekadar tradisi, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap proses panjang pertanian masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, prosesi dalam tradisi tersebut diawali dengan sangrai atau pemanasan padi menggunakan tungku kayu bakar. Setelah itu, padi ditumbuk menggunakan lesung hingga menghasilkan beras yang siap diolah menjadi bahan pangan.
Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan ini mencerminkan nilai gotong royong yang kuat, sekaligus memperlihatkan bagaimana masyarakat adat menjaga tradisi secara turun-temurun.
“Di dalam proses ini, kita melihat kebersamaan masyarakat. Ini yang harus terus dijaga sebagai bagian dari kekuatan sosial kita,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, lanjut Aulia, berkomitmen untuk terus mendukung pelestarian tradisi lokal agar tidak tergerus arus modernisasi yang semakin pesat.
“Kami ingin kegiatan ini terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari upaya menjaga dan melestarikan adat istiadat di Kukar,” katanya.
Selain pelestarian budaya, festival ini juga diharapkan menjadi sarana edukasi bagi generasi muda. Pemerintah daerah berencana mendorong keterlibatan pelajar agar lebih mengenal tradisi daerahnya secara langsung.
“Ke depan, kami ingin ada mobilisasi anak-anak sekolah untuk menyaksikan langsung proses Nutuk Beham, sehingga mereka bisa memahami dan mencintai budaya daerahnya,” tuturnya.
Melalui pelaksanaan festival ini, pemerintah berharap tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga mendorong pertumbuhan sektor pariwisata lokal serta memperkuat identitas budaya masyarakat Kutai Kartanegara di tengah perkembangan zaman.
Penulis: Muhammad Zailany


