Distriknews.co Kutai Kartanegara – Ketua DPRD Kutai Kartanegara, Ahmad Yani, menegaskan pentingnya pelestarian tradisi adat Kutai Lawas Nutuk Beham sebagai bagian dari identitas budaya sekaligus potensi wisata daerah. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Festival Budaya Nutuk Beham di Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun Darat, Jumat (24/4/2026).
“Ini perlu kita lestarikan, perlu kita support, karena kegiatan ini salah satu keanekaragaman budaya, dan bisa dijadikan giat wisata ke depannya,” ujar Ahmad Yani.
Ia menekankan bahwa tradisi Nutuk Beham tidak boleh hanya menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan harus dijaga keberlangsungannya secara konsisten. Menurutnya, pelestarian budaya membutuhkan komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.
“Maksud kami, tradisi seperti ini harus terus dipelihara, dilestarikan, dan bisa dilaksanakan secara berkelanjutan,” katanya.
Selain nilai budaya, Ahmad Yani juga menyoroti potensi ekonomi yang dapat dikembangkan dari tradisi tersebut. Ia menilai, proses penumbukan padi secara tradisional menghasilkan beras dengan kualitas dan cita rasa yang lebih alami dibandingkan produk pabrikan.
“Selain nilai budayanya, hasil dari tumbukan padi ini juga memiliki potensi ekonomi. Berbeda dengan beras pabrikan yang diolah mesin, hasil tumbukan tradisional ini pasti memiliki cita rasa yang lebih alami,” jelasnya.
Ia pun mendorong agar hasil produksi tersebut dapat dipasarkan lebih luas, sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat setempat. Dengan demikian, pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan warga.
“Karena itu, kami berharap hasil ini bisa dipasarkan. Selain melestarikan budaya, juga bisa memberikan nilai tambah secara ekonomi bagi masyarakat,” tuturnya.
Festival Nutuk Beham sendiri merupakan tradisi turun-temurun masyarakat adat yang digelar sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen padi. Dalam pelaksanaannya, masyarakat bersama-sama melakukan proses pengolahan padi secara tradisional yang sarat nilai kebersamaan dan gotong royong.
Kegiatan ini juga menjadi ruang edukasi bagi generasi muda untuk mengenal dan memahami budaya lokal. Di tengah arus modernisasi, keberadaan festival ini dinilai penting untuk menjaga nilai-nilai kearifan lokal agar tetap lestari.
Dengan dukungan berbagai pihak, Nutuk Beham diharapkan tidak hanya bertahan sebagai tradisi, tetapi juga berkembang menjadi daya tarik wisata budaya yang mampu memperkuat identitas daerah sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Kutai Kartanegara.
Penulis: Muhammad Zailany


