Distriknews.co, KUTAI KARTANEGARA – Suasana Ruang Catur Prasetya Polres Kutai Kartanegara (Kukar) dipenuhi semangat dan sorak dukungan, Sabtu (20/6/2026). Ratusan gamer muda dari berbagai kecamatan di Kukar berkumpul untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam ajang Kapolres Kukar Cup E-Sport Mobile Legends 2026.
Turnamen yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80 tersebut menjadi wadah bagi para pecinta Mobile Legends untuk berkompetisi sekaligus membuka peluang lahirnya atlet-atlet e-sport potensial dari daerah.
Kompetisi hasil kolaborasi antara Polres Kukar dan Indonesia Esports Association (IESPA) Kukar itu diikuti 52 tim dengan jumlah peserta mencapai lebih dari 130 orang. Sebelum tampil di babak puncak, para peserta lebih dulu menjalani fase penyisihan secara daring sejak 17 Juni 2026.
Dari puluhan tim yang berpartisipasi, hanya delapan tim terbaik yang berhasil menembus babak grand final yang digelar secara offline di Markas Polres Kukar. Pertandingan berlangsung sengit dengan dukungan para pendukung yang turut memadati lokasi acara.
Kasat Lantas Polres Kukar, AKP Ahmad Fandoli, mengatakan turnamen tersebut sengaja menyasar kalangan muda berusia 17 hingga 22 tahun. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mengarahkan hobi bermain gim ke arah yang lebih positif dan kompetitif.
“Untuk usia para peserta rata-rata berada pada rentang 17 hingga 22 tahun. Kegiatan ini bertujuan untuk memfasilitasi dan mewadahi generasi muda yang memiliki hobi bermain Mobile Legends agar lebih terarah,” ujar Fandoli.
Ia menilai perkembangan e-sport saat ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Kutai Kartanegara. Karena itu, turnamen seperti Kapolres Cup diharapkan mampu menjadi ajang pencarian sekaligus pembinaan atlet-atlet muda yang nantinya dapat berprestasi di level lebih tinggi.
“Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk melihat bibit-bibit atlet e-sport dari Kukar yang nantinya dapat melanjutkan ke jenjang berikutnya,” katanya.
Menurut Fandoli, kerja sama antara Polres Kukar dengan IESPA tidak akan berhenti pada satu turnamen saja. Ke depan, pihaknya membuka peluang penyelenggaraan berbagai kompetisi e-sport lainnya.
“Kemungkinan kegiatan seperti ini tidak hanya dilaksanakan satu kali saja. Ke depan mungkin akan ada event-event berikutnya, termasuk untuk cabang e-sport lainnya seperti PUBG, Free Fire dan sebagainya. Ujungnya adalah mencetak atlet-atlet yang bisa berprestasi hingga tingkat nasional,” ungkapnya.
Ia berharap komunitas e-sport di Kukar tidak hanya berprestasi dalam dunia gim, tetapi juga mampu menjadi generasi muda yang aktif dan berkontribusi dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat.
“Ketika ada event yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah maupun Polres Kukar, para pecinta Mobile Legends maupun cabang e-sport lainnya dapat ikut berpartisipasi dan pada akhirnya bisa menjadi agen kamtibmas di wilayah Kutai Kartanegara,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua IESPA Kukar, Candra Oktavianto, menilai antusiasme peserta dalam Kapolres Kukar Cup menjadi bukti besarnya potensi e-sport di daerah. Ia menegaskan bahwa ekosistem e-sport tidak hanya melahirkan atlet, tetapi juga membuka peluang berkembangnya sektor ekonomi kreatif.
“Selain mencari atlet-atlet baru, IESPA juga merangkul ekonomi kreatif yang tumbuh di dalam ekosistem e-sport. Misalnya dalam kegiatan ini ada observer, caster, MC, hingga berbagai pihak pendukung lainnya. Jadi cakupan IESPA lebih luas karena tidak hanya bicara atlet, tetapi juga menyangkut ekonomi kreatif dan keseluruhan ekosistem di dalam e-sport,” jelas Candra.
Ia pun optimistis Kutai Kartanegara memiliki potensi besar untuk melahirkan atlet-atlet muda berbakat. Menurutnya, pembatasan usia peserta yang diterapkan dalam Kapolres Cup menjadi langkah tepat untuk menemukan generasi baru yang siap bersaing di tingkat lebih tinggi.
“Potensinya cukup bagus. Saya melihat aturan yang diterapkan dalam Polres Cup ini cukup jelas, terutama pembatasan usia peserta yang memang ditujukan untuk mencari bibit-bibit baru dan atlet-atlet muda yang potensial,” pungkasnya.
Reporter: Muhammad Zailany


