Distriknews.co, TENGGARONG – Pengangkatan 11 legislator perempuan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) periode 2024-2029 menjadi momentum penting untuk memperkuat upaya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kukar, Hero Suprayetno, menyampaikan apresiasi dan harapannya bahwa keterwakilan perempuan di parlemen akan membawa dampak positif bagi kebijakan pemerintah terkait kesetaraan gender dan perlindungan anak.
Hero menekankan bahwa kehadiran perempuan di parlemen tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga kekuatan nyata untuk mendorong perubahan.
“Ini bukan sekadar angka, melainkan tentang bagaimana perempuan memiliki otoritas lebih dalam membuat kebijakan yang mendukung pencapaian hak-hak mereka,” ujar Hero.
Ia yakin, dengan gaya kepemimpinan perempuan yang dikenal kolaboratif dan inklusif, akan tercipta solusi yang lebih baik dalam menangani isu-isu penting masyarakat, terutama yang menyangkut perempuan dan anak.
Penegasan Hero juga didasarkan pada riset global yang menunjukkan bahwa pemimpin perempuan cenderung membawa pendekatan kepemimpinan yang lebih partisipatif, sehingga kebijakan yang dihasilkan lebih menyentuh kebutuhan berbagai kelompok. Hal ini, menurutnya, akan semakin memperkuat substansi demokrasi di Kukar, di mana partisipasi semua golongan menjadi landasan utama.
“Dengan adanya perwakilan perempuan di seluruh daerah pemilihan (Dapil) di Kukar, saya optimis kebijakan terkait pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak akan mendapat dukungan penuh. Kami akan bekerja sama erat dengan para legislator perempuan untuk memperjuangkan program-program yang berfokus pada hak-hak perempuan dan anak,” jelas Hero.
Dengan latar belakang para legislator perempuan yang tersebar di enam Dapil, Hero berharap program-program DP3A akan mendapatkan dorongan lebih kuat untuk diimplementasikan. Hero juga percaya bahwa dukungan ini akan menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan kesejahteraan yang lebih luas di masyarakat Kukar, terutama dalam upaya mengurangi ketimpangan gender dan meningkatkan perlindungan anak.
Pelantikan legislator perempuan ini membuka babak baru dalam perjalanan politik Kukar. Hero melihat bahwa ini adalah kesempatan untuk mendorong kebijakan yang lebih inklusif dan berkeadilan, khususnya dalam bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
“Semoga, dengan keterwakilan perempuan di DPRD Kukar, sinergi antara legislatif dan eksekutif semakin kuat, terutama dalam menangani isu-isu strategis yang menjadi fokus DP3A,” tutup Hero.
Pelantikan ini sekaligus menjadi simbol optimisme baru bagi masa depan kesetaraan gender dan perlindungan anak di Kutai Kartanegara.
Penulis : Reihan Noor


