Distriknews.co, Kutai Kartanegara – Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Kutai Kartanegara, Lukman, memberikan apresiasi atas pelaksanaan olahraga tradisional dalam rangkaian Erau Adat Kutai 2025. Kegiatan ini berlangsung di halaman parkir Jembatan Repo-Repo Tenggarong, Kamis (25/9/2025).
Menurut Lukman, event olahraga tradisional tahun ini menjadi momen bersejarah karena mampu menarik perhatian tidak hanya dari masyarakat Kukar dan Kalimantan Timur, tetapi juga peserta dari Kalimantan Utara.
“Artinya, olahraga tradisional sudah membumi di Pulau Kalimantan. Antusiasme masyarakat dan pegiat olahraga sangat tinggi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pada Erau tahun ini hanya dipertandingkan empat jenis olahraga tradisional, yakni gasing, ketapel, belogo, dan sumpit. Meski jumlah cabang lebih sedikit dibanding tahun-tahun sebelumnya, antusiasme peserta tetap tinggi.
“Memang ada sedikit kekecewaan dari para pegiat olahraga tradisional karena tidak semua cabang bisa difasilitasi. Namun, ini menjadi tugas bersama untuk terus melestarikan,” tuturnya.
Lukman menilai keterbatasan cabang yang dipertandingkan tidak lepas dari kondisi pemerintah daerah yang tengah melakukan efisiensi anggaran. Namun, hal tersebut menurutnya tidak mengurangi semangat masyarakat dalam berpartisipasi.
“Kita memahami, tahun ini ada keterbatasan. Jadi tidak perlu mencari siapa yang salah atau benar. Yang terpenting, olahraga tradisional tetap terlaksana,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya sosialisasi olahraga tradisional kepada generasi muda. Beberapa cabang seperti engrang dan asin naga dinilai masih memiliki potensi besar untuk dikenalkan lebih luas.
“Kita harus terus memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa olahraga tradisional ini adalah warisan budaya yang perlu dijaga,” ujarnya.
Lebih lanjut, Lukman mengingatkan bahwa persiapan pelaksanaan event olahraga tradisional tidak bisa dilakukan secara mendadak. Minimal, panitia harus mempersiapkan segala sesuatunya sebulan sebelum kegiatan dimulai.
“Kalau undangan baru diberikan dua hari sebelumnya, tentu menyulitkan peserta dari luar daerah. Tahun-tahun berikutnya harus ada persiapan yang lebih matang,” tegasnya.
Kormi Kukar berharap ke depan sinergi antara pihaknya dengan Dinas Pemuda dan Olahraga dapat terus ditingkatkan. Dengan begitu, penyelenggaraan olahraga tradisional di Erau bisa lebih maksimal dan memberi dampak besar bagi kemajuan olahraga masyarakat.
“Harapan kita, kegiatan seperti ini betul-betul dilaksanakan dengan baik, sehingga olahraga tradisional tidak hanya lestari tetapi juga semakin dikenal luas,” pungkasnya.


