Pembangunan Jalan Loa Ulung–Tanjung Batu Diharapkan Jadi Warisan Pembangunan Desa

redaksi

Kepala Desa Loa Ulung, Hermi Kuaria

Distriknews.co, Kutai Kartanegara – Impian masyarakat Desa Loa Ulung untuk memiliki akses jalan yang lebih cepat menuju Tanjung Batu kembali mengemuka. Kepala Desa Loa Ulung, Hermi Kuaria, menegaskan bahwa pembangunan jalan tembus tersebut merupakan prioritas utama yang terus ia perjuangkan dalam setiap agenda perencanaan desa. Pernyataan itu disampaikan pada Kamis (20/11/2025).

Menurut Hermi, usulan itu telah lama masuk dalam daftar kebutuhan desa, namun belum mendapatkan realisasi.

“Pokoknya jalan tembus itu tidak pernah ibu tidak masukkan, tapi memang belum terrealisasi,” ucapnya.

Ia mengatakan hal ini menjadi pekerjaan besar yang ingin ia tuntaskan selama masa jabatannya.

Hermi menyampaikan bahwa jalan tersebut memiliki nilai strategis bagi masa depan desa. Jika akses itu terealisasi, mobilitas warga menuju kecamatan akan jauh lebih cepat.

“Kalau dari sana ke sini itu dekat. Cepat juga kalau mau ke kecamatan. Karena dari Tanjung Batu itu langsung kecamatan,” katanya.

Saat ini, warga Loa Ulung harus memutar cukup jauh untuk mencapai kantor kecamatan. Kondisi ini membuat sebagian warga enggan berurusan ke kecamatan karena jarak yang tidak efisien.

“Kami ini harus muter dulu. Kadang-kadang itu untuk ke kecamatan jadi malas karena jauhnya,” tutur Hermi.

Ia menambahkan bahwa pembangunan jalan tersebut bukan hanya urusan teknis, tetapi juga menyangkut harapannya sebagai pemimpin desa.

“Setidaknya ibu bisa meninggalkan jabatan ini dengan bahagia, karena sudah ada jalan tembus Loa Ulung ke Tanjung Batu,” ucapnya.

Ia ingin adanya pembangunan nyata yang dapat menjadi warisan untuk masyarakat.

Hermi menjelaskan bahwa lahan yang dilalui jalan bukan kawasan hutan belantara, melainkan area perkebunan milik warga. Kondisi ini membuat proses pembukaan jalan seharusnya lebih mudah.

“Itu sudah kebun-kebun orang, bukan hutan rimba,” jelasnya.

Yang menarik, Hermi menyebut bahwa Pemerintah Desa Tanjung Batu juga memiliki keinginan serupa. Bahkan, desa tersebut secara konsisten mengajukan pembangunan jalan pada musrenbang setiap tahun.

“Tanjung Batu bergerak ke sini, Loa Ulung bergerak juga. Kami bertemu di batas desa,” katanya.

Hermi menjelaskan bahwa Tanjung Batu hanya memerlukan penyelesaian sekitar dua kilometer jalan untuk mencapai perbatasan Loa Ulung, sementara Loa Ulung masih membutuhkan pembangunan sekitar enam hingga delapan kilometer. Ia menegaskan bahwa perbedaan jarak tersebut tidak mengurangi pentingnya pembangunan jalan tembus, mengingat kondisi wilayah dan kebutuhan warga yang terus meningkat.

“Kami mencatat bahwa Desa Tanjung Batu itu tinggal menuntaskan sekitar dua kilometer lagi menuju batas Loa Ulung. Sementara Loa Ulung masih membutuhkan pembangunan sekitar enam hingga delapan kilometer. Tapi meskipun lebih panjang, ini tidak mengurangi urgensi jalan tembus karena wilayah kami luas dan kebutuhan masyarakat semakin meningkat.” pungkasnya. (Zy)

Baca juga

Bagikan:

Tags