Distriknews.co, KUTAI KARTANEGARA – Program RT-Ku Terbaik yang diluncurkan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara mendapat sambutan positif dari para ketua RT. Salah satunya disampaikan Ketua RT 4 Kelurahan Melayu, Rizky Agusti, yang mengaku bangga dengan adanya peningkatan dukungan anggaran bagi lingkungan rukun tetangga.
Menurut Rizky, program tersebut menjadi harapan baru bagi para ketua RT untuk merealisasikan berbagai kebutuhan masyarakat yang selama ini belum sepenuhnya terakomodasi oleh program pemerintah daerah.
“Tentunya kami dari perwakilan RT Kelurahan Melayu merasa sangat bangga. Harapannya pembangunan ini bisa berkelanjutan, karena masih banyak program-program yang belum tersentuh oleh pemerintah kabupaten dan kini dapat disalurkan melalui bantuan sebesar Rp150 juta,” ujarnya usai menghadiri peluncuran Program RT-Ku Terbaik, Aplikasi Siap Kerja, dan Aplikasi Aduan Masyarakat di Gedung Putri Karang Melenu, Tenggarong Seberang, Selasa (23/6/2026).
Rizky menjelaskan, dana yang diterima nantinya akan diprioritaskan untuk mendukung kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), termasuk membantu perbaikan rumah warga yang masih tergolong tidak layak huni.
“Pastinya untuk Posyandu, kemudian ada perbaikan rumah-rumah warga yang belum layak. Program-program lainnya juga ada, tetapi yang menjadi prioritas adalah Posyandu,” katanya.
Ia menilai kebutuhan anggaran untuk mendukung kegiatan Posyandu di tingkat RT masih cukup besar. Sementara alokasi yang tersedia selama ini dinilai belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan pelayanan kepada masyarakat.
“Dari peraturan bupati yang ada, anggaran untuk mencakup Posyandu itu masih sangat minim. Karena itu bantuan ini tentu sangat membantu,” ungkapnya.
Selain sektor kesehatan, Rizky mengatakan program gotong royong dan ketahanan pangan juga akan menjadi fokus pelaksanaan kegiatan di lingkungan RT. Hal tersebut sejalan dengan arah kebijakan yang tertuang dalam peraturan bupati.
“Program utama lainnya tentu tetap menjalankan gotong royong. Karena sesuai amanat perbup, yang diutamakan adalah gotong royong dan ketahanan pangan,” jelasnya.
Meski demikian, ia berharap mekanisme pengelolaan dana dapat dibuat lebih sederhana agar para ketua RT lebih mudah dalam menjalankan program-program yang telah direncanakan.
“Ini merupakan pengalaman pertama bagi seluruh RT di Kukar dalam mengelola anggaran sebesar Rp150 juta. Harapan kami, ke depan mekanismenya bisa lebih dimudahkan sehingga pelaksanaannya semakin optimal,” pungkas Rizky.
Reporter: Muhammad Zailany


