Distriknews.co, Kutai Kartanegara – Pemerintah Desa Loa Ulung terus mendorong percepatan pembangunan melalui Program 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM). Kepala Desa Loa Ulung, Hermi Kuaria, mengungkapkan bahwa realisasi program tersebut telah mencapai sekitar 80 persen dan terus dilanjutkan hingga selesai. Hal ini ia sampaikan pada Kamis (20/11/2025).
Dalam penjelasannya, Hermi menuturkan bahwa dukungan dari DPMD Kukar menjadi salah satu faktor utama yang memperkuat pelaksanaan SPM di desa. Menurutnya, DPMD secara jelas mendorong desa-desa untuk bertransformasi menjadi desa mandiri melalui program unggulan pemberdayaan masyarakat.
“Tujuan utamanya adalah membuat desa menjadi desa mandiri,” ujar Hermi.
Ia menambahkan bahwa program SPM yang dijalankan tidak hanya sebatas formalitas, tetapi memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kapasitas warga. Berbagai program pemberdayaan masyarakat telah dijalankan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan desa.
Terkait realisasi, Hermi menyampaikan bahwa sebagian besar kegiatan sudah berjalan.
“Realisasinya sudah berjalan dan saat ini 75 sampai 80 persen,” jelasnya.
Ia menyebut anggaran yang masuk secara bertahap menjadi sumber utama dalam mendukung pelaksanaan program.
Walau capaian cukup tinggi, Hermi menekankan bahwa masih ada bagian program yang perlu diselesaikan. Sekitar 20 persen kegiatan masih berjalan, terutama yang berkaitan dengan peningkatan layanan dasar dan penguatan kelembagaan masyarakat.
Selain itu, pemerintah desa juga menghadapi sejumlah kendala dalam proses implementasi. Salah satu faktor terbesar adalah posisi geografis Loa Ulung. Desa ini berada di ujung wilayah dan tidak memiliki jalur penghubung yang sering dilewati desa lain.
“Karena desa kami paling ujung, tidak dilewati desa lain, itu jadi kendalanya,” kata Hermi.
Kondisi tersebut menyulitkan pemerintah desa dalam menarik perhatian masyarakat luar untuk datang dan ikut terlibat dalam berbagai kegiatan pemberdayaan. Untuk mengatasinya, pihak desa mulai mengembangkan kegiatan wisata dan event lokal sebagai upaya memperkenalkan potensi Loa Ulung.
“Tidak mudah mendatangkan orang luar masuk desa, makanya kami mengenalkan desa ini lewat wisata dan event-event,” tuturnya.
Ia berharap program 6 SPM dapat diselesaikan tepat waktu sehingga desa dapat mencapai status mandiri. Ia menegaskan bahwa pemerintah desa tetap berkomitmen bekerja semaksimal mungkin, meskipun masih dihadapkan pada berbagai tantangan.
“Harapannya pelaksanaan program 6 SPM bisa rampung sesuai target agar Desa Loa Ulung benar-benar mencapai status mandiri. Kami akan terus bekerja maksimal, meskipun tantangan di lapangan cukup banyak.”pungkasnya.



