DISTRIKNEWS.CO – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan pelaksanaan Program Terang Kampungku tahun 2025 telah mencapai target sepenuhnya. Kepala Dishub Kukar, Ahmad Junaidi, menyampaikan bahwa seluruh pekerjaan pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) yang direncanakan telah rampung.
“Alhamdulillah untuk kegiatan Terang Kampungku secara umum itu sudah terealisasi semua. Jadi boleh dikatakan 100 persen lah ya,” katanya saat ditemui pada Kamis (27/11/2025).
Ia menjelaskan, jumlah PJU yang berhasil terpasang mencapai sekitar 5.500 titik. “Yang realisasi itu sekitar 5.500 titik,” ucapnya. Pemasangan dilakukan secara merata di wilayah hulu, tengah, hingga pesisir.
“Kalau untuk lokasinya ada di daerah hulu, ada di daerah tengah, ada di daerah pesisir,” tambahnya.
Adapun wilayah hulu yang menjadi sasaran meliputi Poros Kota Bangun, Kenohan, Kembang Janggut, Tabang, serta kawasan Liang di Kota Bangun. Sementara di wilayah tengah, pemasangan dilakukan di Tenggarong, Loa Tebu, Rapak Lambur, Loa Kulu, Loa Janan, hingga Tenggarong Seberang dan Sebulu. Untuk pesisir, lampu jalan terpasang di Muara Badak, Marang Kayu, Sanga-Sanga, Samboja, Samboja Barat, serta Muara Jawa.
“Di hampir seluruh kecamatan ada. Jadi memang kita prioritaskan untuk jalan-jalan kabupaten, di daerah padat penduduk, lalu lintas tinggi, rawan kecelakaan, dan yang belum terjangkau penerangan jalan,” jelas Junaidi.
Ia menegaskan pemerataan menjadi prinsip utama program ini.
“Bukan hanya di perkotaan, tapi juga merata ke kecamatan-kecamatan,” imbuhnya.
Saat ditanya apakah masih ada yang belum terlaksana, Junaidi menegaskan semua target fisik telah selesai.
“Pada tahun 2025 sudah terealisasi semua. Cuman belum pembayaran. Pelaksanaan sudah selesai tapi belum dibayar,” tegasnya.
Masuk tahun 2026, Dishub menyiapkan lanjutan program PJU, meski belum dapat memastikan jumlah titik karena menunggu kepastian anggaran.
“Kami sudah punya data wilayah yang akan kami tindak lanjuti kalau anggarannya ada,” katanya.
Salah satunya ialah Poros Kota Bangun–Tabang, yang menjadi akses utama bagi empat kecamatan.
“Kasihan warga kita di sana. Sudah kondisi jalannya bertahun-tahun rusak, tapi Alhamdulillah progresnya sudah bagus. Harapannya jalannya bagus, penerangannya juga bagus,” ungkapnya.
Ia menyebut keberadaan lampu jalan penting untuk mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat pada malam hari, termasuk jelang bulan Ramadan.
Selain itu, pemasangan juga direncanakan untuk Muara Muntai, Kota Bangun Darat, serta kawasan perbatasan Kutai Barat seperti Lebak Mantan, Lebak Cilong, dan Muara Leka.
“Jadi listrik sudah masuk, kantor camat baru sudah ada, maka penerangan jalan harus mendukung pelayanan masyarakat,” jelasnya.
Jalur Loa Kulu–Loa Janan juga masuk daftar prioritas karena menjadi akses utama menuju bandara dan jalan tol, namun berada di bawah kewenangan Kementerian.
“Kami akan koordinasi ke Kementerian melalui BPTD. Kalau memang tidak ada program dari Kementerian, apakah boleh kami dari Kabupaten yang memasang,” ungkapnya.
Untuk wilayah pesisir, pemasangan akan terus dilanjutkan berdasarkan usulan masyarakat dan Musrenbang. Salah satu prioritas adalah Pendingin, Marang Kayu, karena menyumbang besar pajak penerangan jalan.
“Kontribusinya cukup besar, sekitar Rp2 miliar per bulan,” sebutnya.
Junaidi menegaskan bahwa seluruh rencana program 2026 pada dasarnya sudah siap.
“Rencana kegiatan sudah ada, cuma kami masih menunggu kejelasan anggaran yang akan diberikan ke Dinas Perhubungan,” tutupnya.(Zy)



