Distriknews.co, Kutai Kartanegara – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Kartanegara merespons mencuatnya informasi di media sosial terkait peringatan dini BMKG mengenai potensi banjir rob yang disebut berlaku di seluruh wilayah Kalimantan.
Kepala Subbidang Pencegahan BPBD Kukar, Mohd. Farid, menegaskan bahwa secara historis wilayah Kukar belum pernah mengalami banjir rob.
“Belum pernah terjadi secara historis,” ucapnya, Senin (8/12/2025).
Farid menjelaskan bahwa banjir rob berbeda dengan banjir tahunan atau pasang air laut biasa.
“Kalau yang namanya banjir, air pasang ya ada. Tapi bukan banjir rob. Banjir rob itu kejadiannya terus berulang dalam jangka waktu bulanan,” terangnya.
Menurutnya, fenomena banjir rob biasanya dipengaruhi kondisi geografis wilayah pesisir yang mengalami penurunan permukaan tanah.
“Itu salah satu indikatornya adalah penurunan tanah. Di tempat kita tidak ada penurunan permukaan tanah, jadi belum pernah ada dan mudah-mudahan tidak terjadi,” tegas Farid.
Meski demikian, ia menilai peringatan BMKG tetap perlu menjadi perhatian, khususnya bagi daerah lain yang memiliki potensi lebih tinggi.
“Mungkin ada di daerah lain di luar Kukar, misalnya Balikpapan daerah Manggar. Karena kalau rob itu banjirnya bukan dari darat, tapi dari pasang laut,” jelasnya.
Farid juga menekankan bahwa BPBD tidak mengabaikan informasi BMKG.
“Kami tidak mengindahkan juga ada banjir rob. Tapi kita maknai itu sebagai air pasang, bukan rob. Beda tadi indikatornya,” ujarnya.
Pihaknya mengimbau masyarakat memahami perbedaan antara air pasang dan rob agar tidak terjadi kesalahpahaman publik.
“Kadang mengikuti bulan, pasang lautnya naik. Tapi itu masih dalam kondisi normal pasang surut. Kita pahaminya di situ,” tambahnya.
Farid mengungkap, BPBD Kukar telah memiliki perencanaan kesiapsiagaan jauh hari sebelum memasuki musim penghujan.
“Kita mempersiapkan musim-musim seperti ini jauh sebelumnya, pada musim kemarau. Skenario sudah kita siapkan,” jelasnya.
Ia memastikan seluruh tim sigap apabila terjadi kondisi darurat di wilayah pesisir Kukar.
“BPBD siaga 24 jam. Kalau ada informasi dari BMKG, tentu kewaspadaan kami tingkatkan,” tutupnya.



