Pemkab Kukar Tegaskan Komitmen Turunkan Stunting Lewat Penguatan Peran TPPS Kecamatan

redaksi

Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang berlangsung di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Kamis (11/12).

Distriknews.co, Kutai Kartanegara – Upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam menekan angka stunting kembali ditegaskan melalui Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang berlangsung di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Kamis (11/12). Kegiatan yang digelar Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kukar ini mempertemukan seluruh pemangku kepentingan dari tingkat kabupaten hingga desa untuk menyatukan strategi penanganan.

Acara dibuka langsung oleh Bupati Kukar, dr Aulia Rahman Basri, dan dihadiri Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin, Sekda Kukar Sunggono, Plt DP2KB Dafip Haryanto, para camat se-Kukar, unsur Muspida, organisasi profesi kesehatan, TP-PKK Kabupaten hingga desa, serta peserta daring dari berbagai wilayah.

Plt Kadis DP2KB, Dafip Haryanto, menjelaskan bahwa rakor ini memiliki fungsi penting sebagai forum evaluasi sekaligus penyusunan langkah strategis.

“Rakor ini kita laksanakan untuk mereview capaian penurunan stunting di tingkat kabupaten, kecamatan dan desa. Selain itu, untuk menguatkan koordinasi, komunikasi dan sinergi lintas sektor agar upaya percepatan penurunan stunting semakin terarah,” ujarnya.

Dafip juga menegaskan bahwa kegiatan ini diikuti total 600 peserta, terdiri atas 100 peserta luring dan 500 peserta daring.

“Harapannya, melalui rakor ini lahir rumusan strategis dan komitmen bersama dalam menjalankan intervensi spesifik maupun sensitif,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Aulia Rahman Basri menyoroti perkembangan angka stunting di tingkat nasional hingga kabupaten. Ia menyebutkan, Indonesia mencatat progres penurunan dari 24,4% pada 2021 menjadi 19,8% pada 2024. Namun, tren di Kaltim masih relatif lambat.

“Kalimantan Timur turun dari 22,8% ke 22,2%, tetapi Kukar menjadi kabupaten dengan progres terbaik karena sekarang sudah berada di angka 14,2%,” ungkap Aulia.

Aulia menegaskan bahwa capaian tersebut bukan sekadar angka, melainkan hasil kerja kolektif lintas sektor.

“Ini bukan sesuatu yang muncul tiba-tiba, tetapi buah dari upaya bersama. Tantangan kita sekarang adalah menjaga konsistensi agar angka ini terus turun,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran kecamatan dalam mengoordinasikan TPPS di wilayah masing-masing.

“Camat harus memastikan intervensi spesifik dan sensitif berjalan efektif. Pendamping keluarga juga harus bekerja optimal memberikan edukasi, pendataan, dan bimbingan bagi keluarga berisiko,” tegasnya.

Aulia menambahkan bahwa berbagai sektor juga wajib terlibat, termasuk kesehatan, pertanian, peternakan, sosial, lembaga agama, hingga sektor swasta.

“Penurunan stunting ini bukan hanya tugas pemerintah. Semua pihak harus berkontribusi untuk menciptakan generasi masa depan yang unggul,” ucapnya.

Ia menekankan bahwa monitoring berbasis data harus diperkuat agar arah kebijakan semakin tepat sasaran.

“Pencatatan dan pelaporan harus akurat supaya setiap intervensi terstruktur dan terukur,” tuturnya.

Menutup sambutannya, Bupati Aulia mengajak seluruh pihak mempertahankan komitmen dan meningkatkan kolaborasi.

“Mari bersama kita ciptakan generasi mendatang tumbuh dengan sehat, cerdas, dan produktif. Jadikan rakor ini momentum untuk memperkuat koordinasi dan inovasi demi masa depan anak-anak Kukar,” pungkasnya.(Zy)

Baca juga

Bagikan:

Tags