Disperindag Kukar Optimistis PAD Pasar Lampaui Rp2 Miliar Setelah Tangga Arung Beroperasi

redaksi

Plt Kepala Disperindag Kukar, Sayid Fathullah

Distriknews.co, Kutai Kartanegara – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menaruh optimisme tinggi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pasar setelah mulai beroperasinya Pasar Tangga Arung. Pasar baru tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk mendongkrak pendapatan daerah secara signifikan.

Plt Kepala Disperindag Kukar, Sayid Fathullah, menyampaikan bahwa capaian retribusi pasar sepanjang tahun 2025 telah melampaui target yang ditetapkan sebelumnya. Dari target awal sebesar Rp800 juta, realisasi penerimaan justru melonjak hingga Rp1,6 miliar menjelang akhir tahun.

“Tanpa adanya Pasar Tangga Arung saja, realisasi retribusi pasar kita sudah mencapai Rp1,6 miliar. Dengan mulai beroperasinya pasar baru ini, kami sangat optimistis PAD dari sektor pasar bisa menembus Rp2 miliar, bahkan lebih,” ujar Sayid, Jumat (19/12/2025).

Menurutnya, peningkatan tersebut menunjukkan bahwa sektor pasar masih menjadi salah satu penyumbang PAD yang cukup potensial di tengah kondisi fiskal daerah yang belum sepenuhnya stabil. Optimalisasi pengelolaan pasar dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga tren positif tersebut.

Sayid menjelaskan, Pasar Tangga Arung akan menampung ratusan pedagang dengan sistem pengelolaan yang lebih tertata, mulai dari zonasi kios, pengaturan parkir, hingga penerapan sistem retribusi berbasis digital. Langkah ini diyakini mampu meningkatkan kepatuhan pedagang sekaligus meminimalisir kebocoran pendapatan.

“Dengan sistem yang lebih rapi dan transparan, retribusi bisa dipungut secara maksimal. Ini sangat membantu daerah dalam meningkatkan PAD,” jelasnya.

Ia menambahkan, bertambahnya jumlah pedagang aktif serta meningkatnya aktivitas transaksi di pasar akan berbanding lurus dengan kontribusi retribusi yang diterima pemerintah daerah. Selain itu, keberadaan Pasar Tangga Arung diharapkan mampu menjadi pusat ekonomi baru di Tenggarong.

Di tengah tekanan fiskal yang dirasakan hampir seluruh daerah, Disperindag Kukar berupaya menjadikan sektor perdagangan rakyat sebagai salah satu penopang keuangan daerah yang berkelanjutan. Upaya ini dilakukan tanpa memberatkan pedagang, melainkan melalui perbaikan sistem dan layanan pasar.

“Kami tidak ingin membebani pedagang. Yang kami lakukan adalah menata pengelolaan agar lebih efisien dan adil, sehingga pendapatan daerah meningkat dan pedagang juga merasa nyaman,” tegas Sayid.

Ke depan, Disperindag Kukar menargetkan seluruh pasar daerah dapat dikelola secara profesional dan berbasis digital. Dengan begitu, sektor pasar tidak hanya berfungsi sebagai pusat perdagangan, tetapi juga sebagai sumber PAD yang stabil dan berkelanjutan.

“Kalau pengelolaannya konsisten dan didukung semua pihak, kami yakin target Rp2 miliar itu sangat realistis untuk dicapai,” pungkasnya. (Zy)

Baca juga

Bagikan:

Tags

Apa yang Anda cari?